IHSG Masih Dalam Rentang Sideways, Koreksi Masih Terus Membayangi
EmitenNews.com— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (21/2) melemah 0,31% atau 21,31 poin ke level 6.873,40. Total volume perdagangan saham hingga penutupan hari ini mencapai 16,42 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,4 triliun. Sebanyak 294 saham melemah, 210 saham yang menguat dan 221 saham stagnan.
CEO Yugen Sekuritas William Surya Wijaya menyebut tengah pekan ini, Rabu (22/2/2023) IHSG berpotensi terkonsolidasi. Hal ini setelah indeks berhasil menggeser range resistance dari 6902 ke level 6988, dengan target support masih di level 6852.
Perkembangan pola gerak IHSG saat ini masih terlihat berada dalam rentang sideways namun masih dibayangi oleh potensi koreksi wajar ditengah fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar Rupiah, namun peluang kenaikan dalam jangka pendek hingga panjang masih terbuka cukup lebar melihat kondisi fundamental perekonomian yang masih cukup kuat dari data data yang telah terlansir.
“Sehingga peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan harapan capital gain dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar William.
Saham-saham pilihan yang dapat diperhatikan oleh para pelaku pasar adalah GGRM, BBCA, SMGR, TLKM, BSDE, ASII, HMSP dan AKRA.
Related News
Kapitalisasi Pasar dan Nilai Transaksi Harian Kompak Turun Pekan Ini
IHSG Akhir Pekan Ditutup Naik 0,77 Persen, Telisik Detailnya
BKPM: Capai Pertumbuhan 8 Persen Butuh Investasi Rp13.528 Triliun
Hati-hati! Dua Saham Ini Dalam Pengawasan BEI
BTN Raih Predikat Tertinggi Green Building
IHSG Naik 0,82 Persen di Sesi I, GOTO, BRIS, UNVR Top Gainers LQ45