Wall Street Koreksi, IHSG Kian Kinclong
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah. Soliditas laporan keuangan emiten, dan lompatan signifikan saham Nvidia 3,43 persen usai Elon Musk hanya akan menggunakan chip produksi Nvidia, mengantarkan Dow Jones untuk kali kesekian mencatat level tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara itu, pergerakan S&P 500, dan Nasdaq terbebani perosotan saham Advance Micro Devices 7,04 persen, Alphabet 4,03 persen, dan saham SpaceX ambruk 13,61 persen setelah merilis kinerja kuartal pertama sejak IPO, dan akan menaikkan belanja modal enam kali lipat menjadi USD18,4 miliar mayoritas untuk pengembangan AI.
Lonjakan harga komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street berpeluang menjadi sentimen negatif pasar. Oleh karena itu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjang perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.310-6.270, dan resistance 6.395-6.455. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham INDY, ANTM, WIIM, HRTA, ARCI, dan BRMS sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
IHSG Dibuka Mencuat 0,45 Persen Dekati Level 6.400
Proyeksi IHSG Hari Ini (6/8), Berpotensi Uji 6.454
Pasar Konfiden, Timbun Saham ENRG, KLBF, ANTM, PSAB, dan BRMS
Bersama Danantara, BTN Wujudkan Mimpi Tukang Jam Miliki Rumah Pertama
Dibayangi Ketidakpastian Global, Investor Masih Wait and See
Transformasi Digital, BTN Luncurkan KTM Co-Branding Mahasiswa Undip





