IHSG Masih Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham EXCL, UNVR, KLBF dan SMCB

EmitenNews.com - IHSG pada perdagangan kemarin (22/2) ditutup turun -0,6% ke level 6.862 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp11,1 triliun terbawa pelemahan di sektor konsumer, properti, dan industri dasar.
Liza Camelia Suryanata selaku Senior Analis Henan Putihrai Sekuritas mengatakan bahwa, Kami berharap Support MA10 / 6820 masih akan kuat menjaga IHSG dari potensi pelemahan berikutnya hari ini, di mana selanjutnya tugas menjaga pertahanan bullish trend IHSG akan diserahkan kepada Support kedua yaitu MA20 di deretan level 6765.
“Sebaliknya, apabila IHSG malah mampu menutup posisi hari ini di atas 6900 maka situasi terbilang cukup aman terkendali. Best Advise : Hold, be cautious,” ujar Dia, Rabu (23/2/2022).
EXCL Rekomendasi Speculative Buy, Entry Level: 2860-2840; Average Up >2970; Target:3050-3100 / 3170; Stoploss: 2800.
UNVR Rekomendasi Speculative Buy, Entry Level:3800-3810; Average Up >3900 & 3950; Target: 4200 / 4400 ; Stoploss: 3780.
KLBF Rekomendasi:\ Speculative Buy , Entry level : 1620; Average Up >1650; Target : 1730-1750 / 1800 / 1850-1870; Stoploss :1575.
SMCB Rekomendasi: Speculative Buy, Entry Level :1675; Average Up >1690; Target : 1710-1730 / 1770; Stoploss: 1655.
DJIA (-1,42%), S&P500 (-1,01%), Stoxx600 (0,07%), DAX (-0,26%) Bursa AS ditutup melemah pada Selasa (22/2). Seluruh indeks acuan Wall Street melemah karena para investor masih khawatir terhadap ketegangan geopolitik Ukraina-Rusia, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan penjaga keamanan ke dua kota yang memisahkan diri dari Ukraina, Donetsk dan Luhansk.
Presiden AS Joe Biden mengumumkan gelombang pertama penjatuhan sanksi, termasuk terhadap perbankan dan utang Rusia. Bursa Eropa ditutup menguat didorong sektor otomotif, perjalanan, dan teknologi. Harga minyak brent meningkat, walaupun Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa sanksi AS terhadap Rusia kemungkinan tidak akan mengganggu pasar energi.
Related News

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Dimulai