EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.541 pada periode pekan lalu, terkoreksi 1,43%. 

Analis Indo Premier Sekuritas (IPOT), Tjandra mengatakan bahwa secara teknikal level 6.605 yang sebelumnya menjadi area support, justru berbalik jadi resistance terdekat usai breakdown

“Penembusan kembali ke atas level tersebut diperlukan untuk mengonfirmasi bahwa tekanan jual telah mereda, dengan target berikutnya di 6.705,” kata Tjandra dalam weekly report, Minggu (13/9).

Ia melanjutkan, level 6.465 menjadi support kunci dalam jangka pendek. Katanya, selama mampu bertahan, koreksi yang terjadi masih dikategorikan sebagai technical pullback dalam fase recovery yang lebih besar, bukan perubahan tren menjadi bearish.

Namun, apabila level 6.465 tertembus, dapat menjadi sinyal awal bearish yang lebih signifikan karena menunjukkan hilangnya struktur higher low jangka pendek.

“Sehingga perhatian berikutnya akan bergeser menuju 6.223 yang merupakan MA50 dan support struktural berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan bahwa dari sisi teknikal IHSG telah membentuk hammer di area support 6.475-6.375, sekaligus bertahan di sekitar MA20 6.533. Menurutnya, terdapat potensi peluang terbukanya technical rebound.

“Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance terdekat 6.600, dengan 6.700 sebagai resistance berikutnya. Selama bertahan di atas 6.475, bias jangka pendek masih konstruktif,” kata Reza dalam riset harian, Senin (14/9).