EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari indonesia diproyeksikan melanjutkan penguatan setelah pada perdagangan kemarin ditutup menguat pada level 7.086,85.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara teknikal pergerakan indeks hari ini berpeluang mengalami kenaikan relatif terbatas di tengah kondisi overbought, green candle hari ke-6 dan closing di atas 7.032.
“Trend Bullish, selama di atas 6.910. IHSG closing diatas 5 day MA (7.052). Indikator MACD bullish, Stochastic overbought, masih dalam pola bullish channel, candle green ke - 6. Selama di atas support 6.910, IHSG masih berpeluang bullish, target 7.070 (DONE), 7.130 - 7.180. IHSG masih di tutup di atas 200 day MA (6.819) untuk hari ke 14. Dominan power Buy. Range breakout berada di 6.910 - 7.155,” ujar Andri dalam risetnya, Selasa (9/8).
Adapun level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di level 7.090/7.130/7.154/7.193, sementara level support berada di 7.052/7.029/6.973/6.952/6.929.
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis 0,09%, sementara S&P 500 turun 0,12%, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang terkoreksi sebesar 0,10%.
“Pergerakan indeks tersebut dipengaruhi oleh laporan ketenagakerjaan AS yang di atas perkiraan yang menandakan bahwa perekonomian dapat mengakomodir kenaikan suku bunga lanjutan oleh the Fed,” ujar Maxi.
Kemudian, kemarin indeks bursa regional Asia Pasifik bergerak variatif. Di antara yang mencatat penurunan cukup signifikan adalah Hang Seng akibat penurunan saham-saham teknologi. Saham Alibaba dan JD.com terkoreksi. BEI mencatat kenaikan tipis.
Investor dapat mencermati saham BBCA dengan rekomendasi SELL 7.925 - 8.000 target 7.750/7.600 stop loss di atas 8.150. Kemudian saham SMGR direkomendasikan SPECULATIVE BUY target 7.250/7.400 stop loss di bawah 6.700.
Investor juga dapat mencermati saham ADRO dengan rekomendasi BUY 3.080-3.100 target 3.180/3.210 stop loss di bawah 2.990 dan saham TOWR direkomendasikan TRADING BUY target 1.265/1.295 stop loss di bawah 1.190.
Related News
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan





