EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia konsisten menghijau di sepanjang perdagangan awal pekan, Senin (15 Juni 2026). Dibuka positif sejak perdagangan pagi, IHSG berakhir menguat 247,31 poin atau 4,12% ke level 6.254,96.

Berdasarkan data RTI, indeks komposit bergerak di kisaran 6.118,07 hingga 6.345,31 sepanjang hari.

Laju positif IHSG ditopang penguatan 603 saham. Sementara, sebanyak 125 saham lainnya melemah dan 90 saham lagi stagnan.

Transaksi ramai, volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 54,61 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 3,2 juta kali.

Total nilai perdagangan mencapai Rp30,14 triliun. Saham penggerak pasar hari ini antara lain Bank Central Asia (BBCA) yang mencatat nilai perdagangan paling tinggi sebesar Rp3 triliun. Harga saham emiten bank kelompok usaha Djarum ini tercatat menguat 5,91% ke Rp6.275 per saham.

Saham emiten Prajogo Pangestu, Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi saham paling aktif dari sisi nilai transaksi yaitu sebesar Rp2,6 triliun. Harganya menguat 13,51% ke Rp2.100 per saham.

Saham teraktif berikutnya adalah Bumi Resources (BUMI) sebesar Rp2,4 triliun dan harga menguat 10,19% ke Rp173. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan nilai transaksi Rp1,9 triliun dan Rp1,4 triliun. Harga saham keduanya naik masing-masing 4,91% dan 7,14%.

Top Gainers dan Losers LQ45

Melihat gerak 45 saham terlikuid, Sarana Menara Nusantara (TOWR) tercatat paling kinclong dengan penguatan harga 13,37% ke Rp390. Disusul Darma Henwa (DEWA) menguat 12,12% ke Rp370, Hartadinata Abadi (HRTA) naik 11,28% ke Rp2.170, BUMI naik 10,19% ke Rp173, dan Antam (ANTM) menguat 9,82% ke Rp3.130 per saham.

Sedangkan, anggota LQ45 yang mencatat penurunan terdalam (top losers) antara lain yaitu Adaro Andalan Indonesia (AADI) susut 4,34% ke Rp8.275, Medco Energi Internasional (MEDC) anjlok 3,67% ke Rp1.180, AKR Corporindo (AKRA) melemah 2% ke Rp1.225, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun 1,01% ke Rp1.475, dan XL Smart Telecom (EXCL) melemah 0,78% ke Rp2.550 per saham.