IHSG Melonjak 4,42 Persen ke 7.279, Fundamental Perusahaan Membaik
Ilustrasi papan perdagangan di lantai BEI. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menghijau usai tren pelemahan, Rabu (8/4/2026). Pada penutupan perdagangan IHSG ditutup pada level Rp7.279,21 naik 308,18 poin atau 4,42 persen.
Pada sesi I pembukaan, IHSG bertengger di level Rp7.162,41, lalu indeks sempat menyentuh angka tertinggi di level Rp7.281,86 dan level terendah di Rp7.118,58.
Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 40,29 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp22,82 triliun, dengan total transaksi yang terjadi sebanyak 2,39 juta kali.
Sebanyak 652 saham menguat, 108 saham melemah, dan 198 lainnya stagnan.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (top gainers) di antaranya FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, dan SOTS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (top losers) di antaranya GSMF, ESIF, CBPE, KOIN, dan TAMA.
Di sisi lain, seluruh bursa saham di regional Asia tampak hari ini ditutup menguat. Merujuk laman TradeView indeks Nikkei tercatat naik 5,39 persen atau menguat 2.878,86 ke level 56.308,37; Indeks Hang Seng bertambah 3,09 persen atau naik 776,49 poin ke level 25.893,02.
Kemudian, Indeks Shanghai bergerak naik 2,69 persen atau 104,83 poin ke level 3.994,99; dan KOSPI naik 6,87 persen atau 377,56 poin ke level 5.872,54.
Melihat pergerakan ini, pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai pergerakan indeks saat ini bisa terjadi karena fundamental perusahaan yang baik, di tengah sentimen global yang sempat membuat indeks mengalami fluktuasi.
Kendati demikian, dengan adanya komitmen pemerintah melalui regulator pasar modal di Indonesia, membuat kinerja emiten-emiten relatif stabil, bahkan cenderung menguat.
"Meski sempat fluktuasi, itu merupakan jangka pendek. Karena kinerja perusahaan yang baik, maka indeks pun relatif stabil dan cenderung menguat," kata Acu, sapaan akrabnya, kepada Emitennews. ***
Related News
Resep NIKL Jaga Margin: Tekan Biaya Operasional, Manfaatkan Isu Global
Bangkit, PADI Catatkan Lonjakan Laba Usaha Signifikan di 2025
Pengendali SMRA Serok 27,95 Juta Saham Senilai Rp9,54 Miliar
Genjot Eksplorasi, KKGI Kucurkan Hampir USD3 Juta
Empat Investor Keruk 20 Persen Saham TRUK, Harganya Langsung Terbang
Rights Issue 512 Juta Saham Disetujui, RMKO Rombak Direksi & Komisaris





