EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan tipis. Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, IHSG naik 11,28 poin atau 0,12 persen ke level 8.936,75.

Sepanjang perdagangan, indeks komposit bergerak di rentang 8.908,17 hingga menyentuh level tertinggi harian di 8.981,02.

Laju positif IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral. Sektor Barang Konsumen Non-Primer mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 3,3 persen. Selanjutnya, Sektor Properti dan Real Estate naik 2,39 persen, disusul Sektor Barang Baku yang menguat 2,38 persen.

Penguatan juga terjadi pada Sektor Kesehatan yang naik 1,31 persen, Sektor Energi 0,99 persen, Sektor Transportasi dan Logistik 0,67 persen, Sektor Barang Konsumen Primer 0,29 persen, serta Sektor Perindustrian yang naik 0,12 persen.

Namun, penguatan IHSG tertahan oleh pelemahan tiga sektor. Sektor Infrastruktur terkoreksi paling dalam sebesar 1,08 persen, diikuti Sektor Keuangan yang melemah 1,07 persen, serta Sektor Teknologi yang turun 0,43 persen.

Dari sisi transaksi, total nilai perdagangan mencapai Rp27,45 triliun, terdiri dari Rp25,40 triliun di Pasar Reguler, Rp2,01 triliun di Pasar Negosiasi, dan Rp38,95 miliar di Pasar Tunai. Volume perdagangan tercatat sebanyak 57,02 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 3,47 juta kali.

Saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga tertinggi antara lain POLU yang melonjak 2.375 poin menjadi Rp26.950 per saham, SINI naik 1.200 poin ke Rp13.200 per saham, serta RLCO yang menguat 800 poin menjadi Rp4.010 per saham.

Sementara itu, saham MLPT mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 1.425 poin ke level Rp64.575 per saham. Saham MORA turun 1.000 poin menjadi Rp13.000 per saham, disusul SMMA yang melemah 825 poin ke Rp13.025 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham BUMI kembali menjadi yang teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 237.048 kali dan nilai transaksi Rp3,4 triliun. Selanjutnya, saham MINA diperdagangkan sebanyak 142.661 kali dengan nilai transaksi Rp1,01 triliun, serta BIPI yang mencatat frekuensi 131.176 kali dengan nilai transaksi Rp739 miliar.