IHSG Menyala, Sergap Saham MEDC, PGAS, dan EXCL

Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas. Sepanjang perdagangan minggu ini, IHSG menguji level resistance classic 7.569, dan support level 7.140. Penguatan IHSG itu, berpotensi dipengaruhi sentimen global, dan domestik.
Nah, dari luar negeri, data PMI manufaktur Caixin China diperkirakan meningkat menjadi 50,5. Mengindikasikan stabilisasi sektor manufaktur, dapat memperkuat prospek ekspor Indonesia. Di sisi lain, ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat (AS) diprediksi naik menjadi 47,5.
Tingkat pengangguran stabil di kisaran 4,1 persen meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Stabilitas global itu, menjadi dorongan positif bagi IHSG, terutama untuk sektor-sektor berbasis komoditas dan ekspor. Nah, dari dalam negeri, inflasi November 2024 rendah dari 1,5 persen (yoy).
Itu menunjukkan daya beli perlu diperkuat, namun perayaan akhir tahun seperti Natal 2024, dan Tahun Baru 2025 diharap meningkatkan konsumsi sektor ritel, pariwisata, dan transportasi. Menilik data dan fakta tersebut, Stocknow.id merekomendasikan sejumlah saham berikut sebagai jujukan koleksi.
Yaitu, Medco Energi (MEDC) Rp1.150 per saham dengan take profit di kisaran Rp1.200-1.230 per lembar, dan stop loss Rp1.100 per helai. PGN (PGAS) Rp1.625 per helai dengan take profit di kisaran Rp1.630-1.670 per saham, dan stop loss Rp1.560 per eksemplar.
XL Axiata (EXCL) Rp2.310 per lembar dengan take profit Rp2.380-2.470 per helai, dan stop loss Rp2.230 per eksemplar. Surya Citra Media (SCMA) Rp142 per lembar dengan take profit di kisaran Rp147-151 per saham, dan stop loss Rp137 per eksemplar. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal