IHSG Naik Tipis 0,01 Persen, Bertahan Dekat Rekor Tertinggi
:
0
IHSG cetak rekor tertinggi sepanjang masa baru pada Selasa, 20 Januari 2025 di level 9.134 (Emitennews/Aji)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan catatan rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. IHSG melanjutkan tren positif meski dengan penguatan sangat terbatas. Indeks komposit ditutup naik tipis 0,82 poin atau 0,01 persen ke level 9.134,70, memperpanjang reli setelah sehari sebelumnya menembus rekor tertinggi baru atau all time high.
Pergerakan pasar berlangsung cukup seimbang. Sebanyak 336 saham menguat, 323 saham melemah, dan 143 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi tercatat tetap solid dengan volume perdagangan mencapai 71,57 miliar saham, nilai transaksi Rp29,34 triliun, serta frekuensi 3,8 juta kali.
Penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral yang menghijau. Sektor barang baku menjadi motor utama dengan lonjakan 2,49 persen, disusul sektor barang konsumen siklikal yang naik 2,08 persen dan sektor perindustrian menguat 1,86 persen.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sektor transportasi yang turun 0,63 persen serta sektor energi yang melemah 0,32 persen.
Dari papan saham, TOSK mencatatkan lonjakan tertinggi setelah melesat 89 poin atau 34,8 persen. Saham BAIK menyusul dengan kenaikan 264 poin atau 34,7 persen, sementara AWAN naik 230 poin atau 34,5 persen.
Untuk aktivitas perdagangan, saham BUMI kembali menjadi yang teraktif dengan frekuensi transaksi mencapai 277.395 kali dan nilai transaksi Rp4,2 triliun. Berikutnya ZATA diperdagangkan 126.578 kali senilai Rp270 miliar, serta REAL dengan 118.548 kali transaksi senilai Rp373 miliar.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





