IHSG Naik Tipis 0,3 Persen ke 6.190 Usai Reviu MSCI & Tekanan BI Rate
:
0
Potret pengunjung memotret papan perdagangan IHSG di BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan pagi, Jumat (19/6), seiring meredanya risiko MSCI meski sentimen dibayangi kenaikan suku bunga BI.
Mengacu data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG naik 18,463 poin atau 0,30% ke level 6.190,804. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.215,063 dan terendah 6.156,920 setelah dibuka di posisi 6.161,456.
Nilai transaksi tercatat Rp1,758 triliun dengan volume 2,752 miliar saham dan frekuensi 157.900 kali. Sebanyak 340 saham menguat, 140 saham melemah, dan 173 saham stagnan. Market cap BEI mencapai Rp10.786,706 triliun.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam catatan risetnya (19/6) mencatat IHSG kemarin ditutup melemah 0,8% ke 6.172 dengan net outflow asing Rp893 miliar di pasar reguler. Pelemahan terjadi setelah BI kembali menaikkan suku bunga 25 bps ke 5,75%. Dengan kenaikan ini, total pengetatan sejak Mei mencapai 100 bps untuk menjaga daya tarik imbal hasil rupiah dan stabilitas kurs.
Meski begitu, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menilai hasil market accessibility review MSCI terbaru justru mengurangi tail risk terbesar pasar, yakni potensi downgrade Indonesia ke Frontier.
“Ini membuka peluang re-rating ketika siklus pertumbuhan mulai membaik,” ujar Rully.
Rully memperkirakan pengetatan suku bunga BI berisiko menekan laju pertumbuhan ekonomi secara lebih signifikan pada 2H26 hingga awal 2027 dan pada akhirnya membebani kinerja emiten.
Secara teknikal, Senior Analyst MASI, Muhammad Nafan Aji melihat IHSG dalam fase capped upside. Support terdekat berada di 6.058 dan 5.917, sementara resistance di 6.287 dan 6.516.
“Tanpa katalis kuat, upside IHSG cenderung terbatas,” tulisnya.
Dari sisi asing, kemarin terjadi net sell Rp111,31 miliar. Saham paling banyak dibeli asing yakni, AMMN, BMRI, TPIA, BRPT, GOTO. Sementara paling banyak dijual ialah BBRI, MAPI, DSSA, TLKM, BBNI. Saham teraktif diperdagangkan yaitu EMAS, BBCA, TPIA, BBRI, BMRI.
Related News
Istirahat Siang, IHSG Makin Volatil Dekati Dasar 6.100
MSCI Beri Catatan Baru, Saham Big Caps Berpotensi Hadapi Tekanan Asing
Indonesia Ajeg di Emerging Market, Saham Ini Berpotensi Melesat
Usai Review MSCI, IHSG Diramal Bergerak di 6.100 hingga 6.250
Turis Asing Banyak Gunakan QRIS, Pantas Tumbuh Sampai 95 Persen
Hasil Review MSCI, Saham-saham ini Siap Meledak





