EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 di zona hijau. Penguatan tipis terjadi seiring membaiknya sentimen global setelah meredanya ketegangan geopolitik.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat naik 26,858 poin atau 0,43% ke level 6.261,356. Indeks bergerak di rentang 6.251,692 - 6.264,850 dengan pembukaan di 6.254,780.

Sebanyak 310 saham menguat, 117 saham melemah, dan 219 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp520,577 miliar dengan volume 1,031 miliar saham.

Penguatan bursa hari ini sejalan dengan reli Wall Street semalam. Kiwoom Research pada Selasa (4/8) mencatat S&P 500 naik 1,5%, Nasdaq melonjak 2,1%, dan Dow Jones menguat 1,3% sekaligus cetak rekor tertinggi sejak 6 Juli.

"Sentimen pasar membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang dimulainya kembali perundingan damai," tulis Kiwoom dalam riset hariannya.

Meski begitu, pelaku pasar masih mewaspadai konflik AS-Iran yang sudah 6 bulan berjalan, harga bensin AS di atas US$4 per galon, dan inflasi yang masih tinggi. Fokus pekan ini tertuju ke data ketenagakerjaan AS: JOLTS, ADP, klaim pengangguran, hingga NFP.

Dari domestik, sentimen positif juga datang dari data PMI Manufaktur Indonesia yang kembali ekspansi ke level 50,2 di Juli 2026 dari 46,9 bulan sebelumnya. Ditopang peningkatan output dan tenaga kerja. Inflasi Juli juga melandai dengan deflasi 0,14% MoM sehingga inflasi tahunan turun ke 2,88% YoY.

Proyeksi Teknikal IHSG

Secara teknikal, Kiwoom Research melihat IHSG masih sideways di atas EMA10 dan EMA20, namun tertahan di bawah EMA50 6.243.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.200–6.180, indeks berpeluang menguji 6.243 sebagai resistance terdekat. Jika mampu breakout di atas level tersebut dengan volume yang meningkat, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.377 hingga 6.723," tulis Kiwoom.