EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah sebelumnya ditutup melemah ke level 6.318.

Berdasarkan riset PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.300 hingga 6.450 seiring pasar melakukan penyesuaian pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) serta perkembangan kebijakan pemerintah terkait ekspor satu pintu.

Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG ditutup turun 0,82% atau 52,179 poin ke level 6.318,500. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.215,562 hingga 6.459,556.

Tekanan jual masih mendominasi dengan 483 saham ditutup melemah, 208 saham menguat, dan 126 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 41,13 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,36 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,47 juta kali dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp10.987,53 triliun.

Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat lebih dari 1% setelah laporan keuangan NVIDIA Corporation melampaui ekspektasi analis.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,31%, S&P 500 menguat 1,08%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,55%.

Sentimen positif dari Wall Street ini berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan IHSG, meskipun investor domestik masih mencermati dampak kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Kebijakan tersebut diambil Bank Indonesia guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.

Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai IHSG masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.