IHSG Punya Cukup Motivasi Tembus 7100, Cek Rekomendasi ANTM, INCO, AKRA dan BIPI
EmitenNews.com—Kegagalan IHSG untuk menembus level 7100 telah membuahkan candle Shooting Star selama 3 hari, menyiratkan market belum punya cukup motivasi untuk menembus Resistance ini.
Sentimen earnings season masih akan cukup mempengaruhi atmosfer pasar, perhatikan laporan keuangan emiten yang berkinerja baik untuk menentukan what to trade, atau bisa juga gunakan sentimen positif dari kenaikan harga komoditi belakangan ini seperti crude oil dan nickel, serta jangan lupa perhatikan sector rotasi yang sedang favorable seperti technology, energy, dan konstruksi (menyambut proyek pembangunan IKN).
Liza C. Suryanata Head Of Research NH Korindo Sekuritas mengatakan, secara teknikal, kita patut persiapkan kemungkinan IHSG malah melanjutkan pelemahan sampai menguji Support MA20 & MA10 di range : 7000-6950. Namun di satu sisi, dengan begini ada kemungkinan IHSG membentuk pola bullish reversal Inverted Head & Shoulders; yang mana apabila nanti confirm bisa break out Neckline 7100 akan jadi masuk akal apabila target IHSG akhir tahun berada di area 7300-7400 (sekitar level all-time-High 7355-7377). Strategi trading terbaik : Average Up harusnya dilakukan ketika Resistance 7100 sudah berhasil ditembus.
ANTM Advise Buy On Break. Entry Level: 1820-1830 Average Up >1860. Target: 1950-2000 / 2130-2150 / 2250-2300. Stoploss: 1750.
INCO Advise Speculative Buy. Entry Level: 6700. Average UP >6900-7000. Target: 8000-8225 / 8500. Stoploss: 6500.
BIPI Advise Buy Entry Level: 145. Average Up >150. Target: 160 / 170 / 182 / 194. Stoploss: 140.
AKRA Advise Speculative Buy Entry Level: 1395 Average Up >1400-1425. Target: 1450-1500 / 1670-1700. Stoploss: 1340.
Related News
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun
Hasil Tajak di Sumur Pengembangan ABB-143 Hasilkan 3.672 BOPD Minyak
IHSG Bertabur ATH, Investor Tunggu Prabowo Buka Perdagangan 2026
Perkembangan Terbaru si Saham Rp1
Saham di Bawah Gocap, Masih Mantap atau Bikin Engap?





