EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (20/2/2026). Indeks komposit ditutup turun tipis 2,31 poin atau 0,03 persen ke level 8.271,76.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan rentang terendah di 8.236 dan tertinggi sempat menyentuh 8.328. Aktivitas pasar cenderung berimbang, tercermin dari 398 saham menguat, 280 saham melemah, dan 188 saham stagnan.

Tekanan terhadap IHSG datang dari mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Sektor barang konsumen non-siklikal mencatat penurunan terdalam sebesar 1,53 persen. Disusul sektor transportasi yang terkoreksi 1,06 persen serta sektor energi yang melemah 1,02 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih mampu menahan laju koreksi indeks. Sektor infrastruktur mencatat kenaikan 0,92 persen, diikuti sektor keuangan yang menguat 0,54 persen dan sektor perindustrian naik 0,50 persen.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi tercatat mencapai 45,82 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,39 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,9 juta kali.

Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya DCII yang melonjak Rp3.600 ke level Rp215.600 per saham, ARKO naik Rp1.400 menjadi Rp10.400 per saham, serta RLCO yang menguat Rp725 ke Rp7.300 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain DSSA yang turun Rp1.800 ke Rp87.000 per saham, SINI melemah Rp1.400 ke Rp14.500 per saham, serta MLPT terkoreksi Rp975 menjadi Rp35.025 per saham.

Adapun saham-saham teraktif diperdagangkan dipimpin oleh ZATA dengan frekuensi 205.189 kali senilai Rp858 miliar, disusul BELL sebanyak 120.687 kali senilai Rp446 miliar, dan BIPI dengan 101.871 kali transaksi senilai Rp666 miliar.