EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan IHSG kembali terperosok dalam pada perdagangan sesi I akhir pekan ini. Mengacu data Bursa Efek Indonesia BEI, IHSG melorot 3,06 persen ke level 7.152,85 pada Jumat 24 April 2026, memperpanjang tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan jual terlihat dominan di pasar, dengan sebanyak 642 saham melemah, hanya 90 saham menguat, dan 82 saham bergerak stagnan. Pada penutupan sesi 1, asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,96 triliun. Saham dengan top buy asing berdasarkan value adalah CUAN, DEWA, dan BULL. Sedangkan top sell asing berdasarkan value adalah BBCA, BBRI, dan BMRI.

Koreksi tajam ini cerminan meningkatnya tekanan eksternal sekaligus aksi profit taking pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Pada level sektoral, seluruh indeks mengalami penurunan. IDX Infrastructure memimpin pelemahan sebesar minus 4,09 persen, disusul IDX Energy minus 3,60 persen, IDX Industry minus 2,98 persen, IDX Cyclical minus 2,90 persen, IDX Property minus 2,81 persen, IDX Transportation minus 2,78 persen, IDX Basic minus 2,73 persen, IDX Finance minus 2,51 persen, IDX Non-Cyclical minus 2,40 persen, IDX Health minus 2,12 persen, serta IDX Technology minus 1,69 persen.

Saham-saham unggulan dan kelompok konglomerasi menjadi penekan utama indeks. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun ke Rp4.870 atau minus 6,79 persen, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah ke Rp6.075 atau minus 5,44 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 4,3 persen, serta PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM) terkoreksi 3,5 persen.

Di sisi lain, saham yang masih mencatat penguatan atau leaders antara lain PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) di Rp835 naik 7,74 persen, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) di Rp1.830 naik 7,01 persen, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) di Rp1.865 naik 1,08 persen.

Sementara itu, saham-saham yang menjadi pemberat utama atau laggards mencakup PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di Rp2.030 turun 9,77 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di Rp4.870 turun 6,79 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Rp6.075 turun 5,44 persen.

Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak di zona merah, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global. Hanya bursa Tokyo yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis sekitar 0,7 persen.