EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada perdagangan sesi I Senin (14/9/2026). IHSG ditutup melemah 111,496 poin atau 1,70% ke level 6.429,881.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.533,868 dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.543,277. Namun tekanan jual membuat indeks terus merosot hingga ke level terendah 6.420,008. 

Volume transaksi mencapai 17,323 miliar saham dan nilai transaksi Rp8,007 triliun. Dari 783 saham yang diperdagangkan, sebanyak 517 saham melemah, 144 saham menguat, dan 122 saham stagnan.

Seluruh Sektor Merah

Pelemahan IHSG terjadi merata di seluruh sektor. Mengacu data IDX, sektor Energi menjadi pemberat terbesar dengan turun 3,06% ke 3.256,74. Disusul sektor Basic Materials -2,88% ke 1.768,28 dan Infrastruktur -2,63% ke 1.836,65.

Sektor lainnya juga ikut tertekan Consumer Cyclical -2,14%, Transportation & Logistic -1,97%, Healthcare -1,67%, Properties & Real Estate -1,31%, Technology -1,05%, Financials -0,99%, Consumer Non-Cyclicals -0,68%, dan Industri -0,31%. LQ45 juga ikut anjlok 1,05% ke 642,88.

Top Loser Dipimpin Emiten Tambang

Pelemahan IHSG juga tercermin dari jajaran top loser. Saham Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin dengan anjlok 12,29% ke Rp7.675. Kemudian Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 11,13% ke Rp10.975, Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) -9,79% ke Rp350, Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) -9,24% ke Rp540, dan Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) -7,85% ke Rp880.

Di sisi lain, sejumlah saham lapis ketiga justru mampu menguat. Semacom Integrated Tbk (SEMA) memimpin top gainer dengan naik 34,93% ke Rp197. Disusul Leyand International Tbk (LAPD) +34,78% ke Rp93, Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) +29,13% ke Rp164, Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) +25,00% ke Ro6.225, dan Fortune Indonesia Tbk (FORU) +25,00% ke Rp4.650.