Aksi ini Tuntas, Saham Emiten Ponakan Prabowo Melambung
:
0
Hunian vertikal berdiri kukuh besutan perseroan. FOTO - Dok TRIN
EmitenNews.com - Perintis Properti (TRIN) mengantongi dana senilai Rp6,31 miliar. Itu diperoleh dari divestasi 19,81 juta saham treasuri. Saham hasil pembelian kembali alias buyback tersebut dilepas dengan harga rata-rata Rp318 per eksemplar.
Pengalihan saham tresuari terbesar pada 18 Agustus 2026 sebanyak 2,38 juta helai dengan harga Rp304,33 per saham senilai Rp726,58 juta. Kemudian, pada 7 Agustus 2026, mengalihkan 2,32 juta eksemplar pada Rp323,23 per saham sejumlah Rp751,8 juta.
Selanjutnya, pada 20 Agustus 2026, emiten properti asuhan Keponakan Prabowo yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo tersebut menjual 2,29 juta lembar dengan harga Rp329,48 per eksemplar sejumlah Rp754,5 juta.
Penjualan terkecil terjadi pada 27 Agustus 2026 dengan mendivestasi 50 ribu saham seharga Rp334 per helai sebesar Rp16,7 juta. ”Pengalihan saham hasil buyback periode 31 Agustus 2026,” tegas Ishak Chandra, Direktur Utama Perintis Triniti Properti.
Performa Menjanjikan
Per 30 Juni 2026 mengemas laba bersih Rp5,52 miliar. Meroket 387,5 persen dari episode sama tahun lalu minus Rp1,92 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar emiten asuhan keponakan Prabowo yaitu Rahayu Saraswati tersebut menjadi Rp1,20 dari periode sebelumnya tekor Rp0,42.
Penjualan dan pendapatan Rp29,24 miliar, drop 83,1 persen dari fase sama tahun lalu Rp173,02 miliar. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp17,95 miliar, mengalami penyusutan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp129,18 miliar. Laba kotor Rp11,29 miliar, menukik dari periode sama 2025 senilai Rp43,84 miliar.
Beban penjualan Rp1,61 miliar, susut dari Rp4,82 miliar. Beban umum dan administrasi Rp21,6 miliar, susut dari Rp27,58 miliar. Rugi operasional Rp11,92 miliar, boncos dari tahun sebelumnya dengan laba Rp11,43 miliar. Pendapatan bunga Rp380,11 juta, mengalami koreksi dari Rp476,29 juta.
Pendapatan lain-lain Rp16,81 miliar, melejit dari Rp4,07 miliar. Beban bunga dan keuangan Rp2,62 miliar, susut dari Rp4,16 miliar. Bagian atas laba bersih ventura bersama Rp320,55 juta, melesat dari minus Rp908,51 juta. Bagian rugi asosiasi pada entitas anak Rp628,06 juta, susut dari Rp1,43 miliar.
Laba bersih periode berjalan Rp2,34 miliar, anjlok 56 persen dari edisi sama tahun lalu Rp5,32 miliar. Jumlah ekuitas Rp537,14 miliar, melejit dari Rp495,21 miliar. Defisit Rp182,79 miliar, susut dari Rp188,31 miliar. Total liabilitas Rp1,59 triliun, berkurang dari akhir 2025 senilai Rp1,59 triliun. Jumlah aset Rp2,13 triliun, melonjak dari Rp2,09 triliun.
Related News
Bank Jatim (BJTM) Perkuat Ekosistem Digital, Bidik Peluang Pasar Baru
Simak, ini Alasan Pefindo Labeli Grup Bakrie (ENRG) A+
Tren Koreksi, Komisaris ini Buang Puluhan Juta Saham PPRI
Dapat Dana Segar, Pergerakan Saham DOID Atraktif
Rama Indonesia, Pengendali Baru DPUM Bagian Unirama Group
IRSX-iQIYI International Teken MoU Perkuat Konten & Ekosistem Digital





