EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada sesi I perdagangan, setelah sempat tertekan hingga satu persen di awal sesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup turun 11,17 poin atau 0,15 persen ke level 7.268 pada akhir sesi pertama. Sebelumnya, indeks sempat menukik 83,09 poin atau 1,14 persen ke 7.196,119 pada pembukaan.

Pergerakan indeks berada dalam rentang 7.191 hingga 7.290. Total volume transaksi mencapai 16,6 miliar saham dengan nilai Rp8,84 triliun dan frekuensi 1,33 juta kali. Sebanyak 275 saham naik, 360 saham turun, dan 173 saham stagnan.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah, penurunan terdalam terjadi pada IDX Industry yang melemah 1,73 persen, diikuti IDX Finance turun 0,80 persen, IDX Health turun 0,67 persen, IDX Technology turun 0,60 persen, IDX Non-Cyclical turun 0,54 persen, IDX Basic turun 0,53 persen, IDX Property turun 0,29 persen, dan IDX Infrastructure turun 0,27 persen.

Sementara itu, sektor yang masih menguat antara lain IDX Energy naik 1,17 persen, IDX Cyclical naik 0,86 persen, dan IDX Transportation naik 0,41 persen.

Berikutnya, sejumlah saham berkapitalisasi besar menahan pelemahan. Saham DSSA memimpin penguatan dengan naik 15,29 persen ke Rp3.090, diikuti BREN naik 6,00 persen ke Rp5.300 dan TPIA menguat 5,13 persen ke Rp4.710.

Sebaliknya, tekanan datang dari saham-saham laggard. Saham IMPC turun 4,31 persen ke Rp2.220, UNTR melemah 3,77 persen ke Rp29.925, dan BRMS terkoreksi 3,46 persen ke Rp835.

Pergerakan bursa domestik sejalan dengan pelemahan mayoritas pasar Asia yang kembali dibayangi penutupan selat Hormuz kembali di kawasan Timur Tengah, meski sebelumnya sempat muncul sentimen positif dari gencatan senjata.