EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I dengan pelemahan 43,27 poin atau 0,53 persen ke level 8.079,32 pada Rabu siang (4/2/2026), setelah gagal mempertahankan penguatan di awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 269 saham menguat, 418 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 30,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,63 triliun.

Tekanan pasar terutama datang dari sektor IDX Cyclicals (-4,17 persen) dan IDX Infrastructures (-2,20 persen) yang mencatat penurunan terdalam di antara indeks sektoral. 

Sejumlah sektor lain juga berada di zona merah, antara lain IDX Energy (-1,65 persen), IDX Property (-1,49 persen), IDX Non-Cyclicals (-1,34 persen), dan IDX Techno (-0,91 persen). 

Sementara itu, IDX Basic (+2,30 persen) dan IDX Finance (+0,11 persen) menjadi penahan pelemahan lebih lanjut.

Dari sisi saham penggerak (index mover), kenaikan AMMN (+5,45 persen) dan BRPT (+4,04 persen) belum mampu mengangkat laju IHSG. 

Sebaliknya, tekanan signifikan datang dari saham berkapitalisasi besar seperti TLKM (-4,92 persen) dan ASII (-2,60 persen) yang menjadi pemberat utama indeks.

Pelemahan IHSG juga terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang melemah tipis, dengan kurs USD/IDR berada di level 16.769 atau menguat 0,14 persen terhadap rupiah pada siang hari ini.