EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideway cenderung melemah. Itu menyusul belum banyak sentimen dalam negeri. Pengaruh inflasi ditakutkan akan memberatkan laju ekonomi.
Hanya, pernyataan Jokowi membebaskan karantina dari luar negeri dapat mendorong sektor pariwisata. ”Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, IHSG menyusuri rentang support 6.950, dan resisten 7.020,” tutur Alwin Rusli, Research Analis Reliance Sekuritas, Kamis (24/3).
Pada perdagangan kemarin IHSG mengalami koreksi. Namun, candle IHSG masih membentuk higher high, dan higher low. Itu menandakan dorongan buy investor masih ada, terutama setelah diketahui asing masih melakukan net buy. Beberapa saham berpotensi naik antara lain ASII, MPPA, BTPS, BCAP, MDKA, WEHA, INCO, ANTM, PTBA, MNCN, BULL, BBKP, ERAA, dan SILO.
IHSG kemarin minus 0,07 persen 6.996,11. Pendorong pelemahan IHSG yaitu sektor property minus 0,67 persen, energi tekor 0,63 persen, dan konsumen primer anjlok 0,48 persen. Investor asing membukukan net buy Rp789,42 miliar, dengan saham-saham paling banyak di distribusi yaitu BBRI, BMRI, dan TLKM.
Kemudian seluruh bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Itu menyusul lonjakan harga energi. Kondisi itu, membuat investor cemas karena dapat memicu lonjakan inflasi. Bursa Asia pagi ini langsung terkoreksi. Indeks Nikkei minus 1,3 persen, dan indeks Kospi tekor 0,7 persen. (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





