EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), meski pergerakan saham sepanjang hari cenderung variatif. Indeks terkoreksi 34,73 poin atau 0,46% ke level 7.559,38, tertekan sektor energi yang memimpin pelemahan.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 7.511 hingga 7.568. Menariknya, jumlah saham yang menguat mencapai 386 emiten, melampaui 264 saham yang melemah dan 168 saham stagnan. Namun, tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar membuat indeks tetap berakhir di zona negatif.

Secara sektoral, penguatan justru mendominasi. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,58%, diikuti sektor barang baku 2,33% dan transportasi yang menguat 1,61%. Di sisi lain, sektor energi menjadi pemberat utama dengan koreksi 1,02%, disusul sektor infrastruktur yang turun tipis 0,07%.

Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan total volume mencapai 43,54 miliar saham, nilai transaksi Rp18,01 triliun, dan frekuensi sebanyak 2,7 juta kali.

Pada jajaran top gainers, saham Multipolar Technology Tbk (MLPT) melesat Rp2.350 ke level Rp27.000, diikuti Singaraja Putra Tbk yang naik Rp1.500 ke Rp18.000, serta Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang menguat Rp700 menjadi Rp10.000 per saham.

Sementara itu, tekanan jual paling dalam menimpa Golden Flower Tbk (POLU) yang terkoreksi Rp3.125 ke Rp17.775, diikuti Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun Rp625 ke Rp5.975, serta Roda Vivatex Tbk (RDTX) yang melemah Rp625 menjadi Rp16.000 per saham.

Adapun saham-saham dengan aktivitas transaksi tertinggi di antaranya DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang diperdagangkan sebanyak 125.025 kali senilai Rp353 miliar, Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 118.471 kali senilai Rp789 miliar, serta Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan 94.844 kali transaksi senilai Rp1,3 triliun.