IHSG Tertekan, Jala Saham IMPC, ENRG, dan MBMA
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,36 persen menjadi 9.010. Transaksi perdagangan masih didominasi tekanan jual. So, indeks masih rawan melanjutkan koreksi dengan rentang 8.710-8.887.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 22 Januari 2026, indeks akan mengitari area support 8.956-8.905, dan posisi resistance 9.120-9.192. Menilik data dan fakta itu, MNC Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut.
Yaitu, Energi Mega (ENRG) speculative buy Rp1.520-1.545 per helai dengan proyeksi Rp1.580-1.655 per saham, dan stop loss Rp1.515. Impack Pratama (IMPC) buy on weakness Rp3.480-3.530 per saham dengan target Rp3.640-3.870 per helai, dan stop loss Rp3.430 per eksemplar.
Merdeka Battery (MBMA) buy on weakness Rp745-775 per saham dengan proyeksi Rp825-880 per lembar, dan stop loss Rp735 per eksemplar. Bank Mandiri (BMRI) sell on strength di kisaran Rp5.000-5.050 per eksemplar. (*)
Related News
IHSG Pagi Kembali Melenggang Naik, Ada Proyeksi Bullish Jangka Pendek
Ramaikan Investasi Emas , Mandiri Investasi Sajikan ETF Syariah (XMES)
Rupiah Bangkit, IHSG Cenderung Menguat
Jelang Rebalancing MSCI 12 Agustus, IHSG Berpotensi Konsolidasi
Respons Calon Gubernur BI, IHSG Bergerak Sideways
Perluas Layanan KPR dan Digitalisasi, BTN Gandeng Pemkot Padang





