IHSG Turun Tapi Asing Masuk Rp3,2T: Jebakan Harga atau Peluang Value?
IHSG Turun Tapi Asing Masuk Rp3,2T: Jebakan Harga atau Peluang Value? Source IDX Channel
Secara agregat, pasar saat ini diperdagangkan pada Price to Earnings Ratio (PER) 16,06x. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan titik temu antara ekspektasi pertumbuhan masa depan dan realitas kinerja saat ini.
Koreksi yang terjadi pada sektor Energi (-2,85%) dan Teknologi (-3,24%), seperti yang dialami BYAN dan FILM, menunjukkan adanya penyesuaian ekspektasi terhadap volatilitas komoditas dan model bisnis yang belum sepenuhnya stabil.
Bagi investor yang mencari kepastian, kunci navigasi saat ini adalah mengeliminasi pilihan melalui komparasi head-to-head.
Menghadapi penutupan tahun, fokus utama bukan lagi pada "apa" yang dibeli, melainkan "berapa" nilai intrinsik yang bisa dipegang. Dengan aksi beli bersih asing (net buy) senilai Rp3,27 triliun, ada validasi eksternal bahwa valuasi pasar kita masih masuk akal.
Di fase ini, strategi terbaik adalah tetap disiplin pada angka, menghindari noise pasar yang tidak relevan, dan hanya masuk pada emiten yang memiliki bottom line yang terukur serta tata kelola yang transparan.
Disclaimer: Tulisan ini bukan ajakan jual/beli, tapi bahan diskusi biar lo makin pinter atur strategi. Do Your Own Research (DYOR)!
Related News
Dampak Kesepakatan Dagang AS dan RI ke Sektor Farmasi dan Konsumer
Tarif Trump Batal: Neomerkantilisme di Balik Kesepakatan ART RI dan AS
Tembok Likuiditas Rp187 Triliun: Realitas di Balik Angka Kepatuhan
Strategi Disrupsi WIFI Lewat IRA Internet Rakyat, Nantang Status Quo?
Sinyal Arah Strategi Emiten dari APBN, Sektor Apa yang Rawan Tertekan?
Pergerakan IHSG Jelang Ramadan, Ritel Dominasi Perdagangan Harian?





