Ikut Program Pendampingan BRI (BBRI), UMKM Ini Jadi Tahan Banting!

MUNO FOLK, produsen home fragrance asal Bandung, Jawa Barat, sudah tiga kali MUNO FOLK mengikuti ajang BRILIANPRENEUR yaitu sejak 2021. dok. BRI.
Menjaga usaha MUNO FOLK tetap harum dengan pengembangan serius melalui ajang UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR kini menjadi passion Husni. Dia melihat, home fragrance memiliki pasar memikat jika digarap serius. Apalagi kesadaran masyarakat terkait kesehatan dan kenyamanan di lingkungan rumah terus meningkat pasca pandemi.
Dia menyebut pasar home fragrance di Indonesia menjanjikan. Hal itu terbukti dengan perluasan pasar MUNO FOLK. Saat ini sudah terdapat delapan titik pemasaran offline di Bandung, Jabodetabek dan Bali. Di antaranya MUNO FOLK hadir di perusahaan-perusahan ritel besar.
MUNO FOLK memproduksi lilin aromaterapi berbahan kedelai alami, bebas parafin dalam 40 varian aroma dengan karakter berbeda-beda. Kini memproduksi difusser buluh, semprotan ruangan, dan dupa untuk menemani meditasi dan relaksasi di rumah.
Husni mengaku MUNO FOLK masih diproduksi di rumah dengan kapasitas hingga 2.000 produk per bulan. Husni ingin MUNO FOLK dapat menciptakan produk yang menjadi simbol harapan dan kelegaan.
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 hadir menjadi sarana business matching antara UMKM Indonesia dengan calon konsumen yang lebih luas termasuk pasar luar negeri. Program unggulan dari BRI ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan pelaku UMKM hingga menembus pasar global.
Sebagai informasi, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-128 BRI dan resmi ditutup oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada 10 Desember 2023 di Jakarta Convention Centre (JCC). Kegiatan ini berhasil mencatatkan dealing commitment melalui business matching senilai USD81,3 juta, atau Rp1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500, per USD).
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa untuk mendukung merealisasikan UMKM secara go global dan berhasil dalam business matching, BRI membekali UMKM dengan berbagai pelatihan sebelum business matching dilaksanakan.
“Kami harapkan terjalin komitmen pembelian produk UMKM sehingga dapat semakin memperluas akses pasar global," ungkapnya.
Tumbuh kembang UMKM perlu difasilitasi dan apresiasi agar perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia semakin kuat. Dengan begitu tentunya akan tercipta lebih banyak lagi pengusaha muda baru dengan bisnis lebih inovatif dan kreatif, yang nantinya dapat menopang dan mendorong ekonomi Indonesia.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar