Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Kembali Menyala
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melanjutkan penguatan setelah Kanada mengurungkan penerapan pajak digital. Tindakan Kanada itu diambil supaya negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS) dibuka kembali. Maklum, Jumat pekan lalu sempat dibekukan presiden AS Donald Trump.
Semula penerapan pajak digital menyasar perusahaan AS seperti Google, Meta, dan Amazon akan mulai diterapkan pada Senin waktu Kanada. Sementara itu, investor juga menanti pengumuman hasil perundingan dagang AS, dan mitra dagang mengingat masa penangguhan tarif resiprokal akan segera berakhir pada minggu depan.
Terbaru menteri keuangan Scott Bessent mengatakan mitra dagang AS melakukan negosiasi dengan itikad baik, namun jika tidak tercapai kesepakatan, tarif resiprokal yang diumumkan pada 2 April akan kembali berlaku. Penguatan kembali indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, lonjakan harga komoditas emas, dan batu bara berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan begitu, indeks diprediksi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 1 Juli 2025, indeks akan memanfaatkan ruang jelajah kisaran support 6.870-6.815, dan resistance 6.985-7.045.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Semen Indonesia (SMGR), Barito Pacific (BRPT), Pertamina Energy (PGEO), Erajaya Swasembada (ERAA), Merdeka Battery (MBMA), dan Vale Indonesia (INCO). (*)
Related News
IHSG Siang (2/11) Berbalik Rebound 0,95% ke Atas Level 5.100
SMK Nusantara Pertahankan Gelar AXIS Nation Cup 2026
MSCI Masih Selimuti IHSG November 2026
HSC Resmi Didepak dari IHSG, Bursa Dibuka Terpangkas ke Bawah 5.000
Mengekor Wall Street, IHSG Tertekan
Tokenisasi Saham Ditolak 50 Emiten Global, Nvidia Ikut Menentang





