EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan apresiasi. Sepanjang perdagangan Selasa, 10 Desember 2024, lompatan IHSG akan didukung sentimen positif baik dari dalam negeri maupun global. Optimisme investor meningkat dengan proyeksi neraca perdagangan Tiongkok naik menjadi USD95,5 miliar edisi November 2024 dari periode Oktober 2024 di kisaran USD95,27 miliar. 

Perbaikan itu, menunjukkan potensi peningkatan aktivitas perdagangan global, turut memberi dorongan bagi pasar regional termasuk Indonesia. Selain itu, sentimen domestik didukung data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 naik ke level 125,90. Merefleksikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi seiring kelancaran transisi pemerintahan baru.

Meski data penjualan ritel pada Oktober 2024 diperkirakan sedikit menurun menjadi 4,50 persen dari edisi September 2024 di posisi 4,80 persen Yoy. Sektor makanan dan bahan bakar tetap menjadi penopang utama. Itu menunjukkan daya tahan sektor ritel di tengah tantangan seperti inflasi, dan pelemahan daya beli masyarakat. 

Dengan kombinasi sentimen itu, IHSG diproyeksi bergerak dalam rentang support level 7.288, dan resistance 7.512, dengan peluang penguatan jangka pendek cukup besar. Menilik data itu, Stocknow.id merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut.

Yaitu, Gajah Tunggal (GJTL) Rp1.160 per saham dengan take profit di kisaran Rp1.205-1.230 per helai, dan stop loss Rp1.125 per lembar. Japfa (JPFA) Rp1.955 per saham dengan take profit di level Rp2.030-2.070 per helai, dan stop loss Rp1.895 per eksemplar. 

Surya Semesta Internusa (SSIA) Rp1.040 per helai dengan take profit di kisaran Rp1.080-1.100 per saham, dan stop loss Rp1.010. Surya Citra Media (SCMA) Rp153 per lembar dengan take profit di kisaran Rp160-164 per helai, dan stop loss di level Rp148 per eksemplar. (*)