EmitenNews.com - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan JUmat (23/9) ditutup merosot 42,31 poin, atau sekitar 1,81 persen, pada Jumat (23/9/2022), menjadi 2.290.
Volume perdagangan moderat mencapai 438,3 juta saham senilai 7,3 triliun won atau sekitar US$5,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 796 berbanding 110.
Angka indeks merosot mengikuti pergerakan saham di Wall Street seiring meningkatnya kekhawatiran resesi setelah Federal Reserve meningkatkan suku bunga.
“Indeks Kospi merosot dipicu lemahnya nilai tukar won dan melonjaknya imbal hasil obligasi,” jelas Seo Sang-Yeong, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Menurut Seo, perhatian para investor selanjutnya akan tertuju kepada indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat dan data GDP AS selain juga data ekonomi Tiongkok dan Eropa.
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





