Indeks Potensial Terkoreksi Lagi, Analis Jagokan BRMS, ASII dan HEAL

Papan perdagangan di mainhall Bursa Efek Indonesia menunjukkan indeks yang sedang mengalami koreksi-Foto/Rizki
EmitenNews.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (13/6) anjlok 1,29% atau 91,21 poin ke level 6.995,44 . Namun investor asing mengambil peluang dari penurunan IHSG dengan mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp376,8 miliar di seluruh pasar.
James Evan selaku analis Bahan Sekuritas, mengatakan, bahwa setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pada awal pekan ini (13/6), IHSG anjlok 1,29% atau 91,21 poin ke 6.995,44 hingga akhir perdagangan. Kekhawatiran mengenai Inflasi US yang menembus 8.6 % pada mei lalu masih menghantui market secara regional.
Tidak hanya IHSG bursa saham Asia Kompak merah dimana berdasarkan data Bloomberg Vietnam, Pakistan dan India mengalami pelemahan lebih dari 2% pada 13 juni. IHSG masih berpotensi melemah pada hari ini (14/06) 6850-7050. Support 2 : 6800 Support 1 : 6850 Resistance 1 : 7050 Resistance 2 : 7125
BRMS (BUY on Weakness) ?. BRMS menarik untuk diperhatikan untuk day trading seiring dengan volume pembelian yang cukup siginifikan Adapun area beli 208-212 dengan target jual jangka pendek di 246-250.Stoploss jika break 200.
ASII (BUY on Weakness). ASII berakhir di area MA 50 pada 13 juni lalu memantul dari lower band area 6850. Menarik untuk diperhatikan untuk jangka menengah dengan area beli 6925-7000 dengan target jual di level 7750-7825. Stoploss jika break 6625
HEAL (BUY). HEAL menarik untuk diperhatikan setelah menguji level support MA 50. Adapun area beli untuk trading jangka pendek berada di kisaran 1340-1360 dengan target jual jangka pendek di level 1450-1490. Stoploss jika break 1295?.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal