Indeks Saham Asia Tertekan Pengetatan Moneter dan Data Ekonomi AS

EmitenNews.com - Indeks saham di Asia sore ini Jumat (21/1) ditutup turun. Indeks MSCI Asia Pacific ex-japan jatuh 1.3%, tertekan oleh kinerja indeks saham Australia (ASX 200) yang jatuh 2.3%.
Penurunan indeks saham Asia disebabkan investor masih tertekan oleh kekhawatiran mengenai pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS (Federal Reserve) dan pelemahan pada sejumlah data ekonomi AS. Di antaranya rilis data Initial Jobless Claims yang naik ke level tertinggi dalam 3 bulan terakhir, indikasi bahwa varian Omicron mungkin berdampak lebih besar ke pasar tenaga kerja AS.
"Investor cemas menghadapi langkah the Fed yang mengkombinasikan dua aspek dari kebijakan moneter, yakni kenaikan suku bunga acuan dan pengurangan Neraca (Balance Sheet) dalam waktu yang hampir bersamaan. Sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga dampaknya terhadap ekonomi juga sulit untuk diramalkan," ulas analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.
Pada tahun 2017, Federal Reserve mulai menormalisasi neracanya hampir dua tahun setelah menaikkan suku bunga dari hampir 0%. Pejabat Fed, termasuk ketuanya Jerome Powell secara tegas mengatakan kali ini mereka akan melakukan normalisasi Neraca secara lebih cepat.
Dari sisi geopolitik, berita bahwa AS memberi izin kepada sejumlah negara di kawasan Baltik untuk mengirim senjata buatan AS ke Ukrania tentunya juga memicu kekhawatiran peningkatan ketegangan dengan Rusia.
Statistik
IHSG: 6,726.373 | +99.502 poin |(+1.50%)
Volume (Shares) : 18.550 Billion
Total Value (IDR) : 11.542 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,493.970 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 978.23 Billion
Saham naik : 257
Saham turun : 253
Sektor Penguatan Terbesar
Teknologi : +113.4 poin
Energi : +23.86 poin
Bahan Baku : +23.06 poin
Top Gainers:
GEMS : 7,875 | +1300| +19.77%
BYAN : 35,425| +700 | +2.02%
UNTR : 23,500| +650 | +2.84%
BBHI : 6,100 | +575 | +10.41%
MCAS : 8,925 | +525 | +6.25%
Top Losers:
DCII : 44,025 | -475| -1.07%
TGKA : 7,000 | -475| -6.35%
PTSP : 6,350 | -425| -6.27%
ABDA : 7,000 | -400| -5.41%
TECH : 4,050 | -210| -4.93%.(fj)
Related News

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Dimulai