EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis industri kimia dan tekstil akan mampu bergeliat di masa Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H atau Lebaran 2023. Pasalnya dengan pulihnya ekonomi pascapandemi permintaan domestik cenderung meningkat.


Plt Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Ignasius Warsito berharap konsumsi dalam negeri yang meningkat akan mampu mendorong produktivitas industri manufaktur sehingga meningkatkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI).


"Kita tahu ini bulan Ramadhan dan April nanti ada Lebaran, kita harapkan posisi sektor IKFT, karena ini merupakan barang penting dan barang pokok seperti pakaian, alas kaki dan juga barang plastik dan turunannya, ini sangat diperlukan di masa Ramadhan dan Lebaran," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.


Kemenperin merilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) per Maret 2023 sebesar 51,87, turun 0,45 poin dibandingkan capaian pada Februari 2023 sebesar 52,32.


Meski melambat dibandingkan Februari 2023, IKI Maret 2023 masih dalam fase ekspansi. Penurunan nilai IKI dikarenakan rata-rata penurunan nilai IKI pada sembilan subsektor sebesar 2,97, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kenaikan nilai IKI pada 14 subsektor sebesar 1,97.


Share subsektor IKI yang mengalami ekspansi terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Tahun 2022 sebesar 80,4 persen, ditopang oleh ekspansi pada subsektor yang memiliki kontribusi cukup besar seperti Industri Makanan; Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer.


Semua indeks variabel pembentuk IKI pada Maret 2023 juga tercatat mengalami ekspansi. Pesanan Domestik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel Pesanan Baru. Pesanan merupakan faktor dominan indeks variabel Produksi dan Persediaan Produk.


Secara rinci, Warsito mengungkapkan subsektor IKFT secara keseluruhan dalam tiga bulan terakhir masih berada pada level ekspansi dengan capaian indeks antara 51,5 hingga 52,3.(*)