INET Resmi Tuntaskan Akuisisi Saham PADA Senilai Rp106,3 Miliar
Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) di Bursa Efek Indonesia pada 24 Juli 2023 lalu
EmitenNews.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah merealisasikan akuisisi saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat). Akuisisi tersebut dilakukan melalui mekanisme crossing dengan total sebanyak 1.687.455.000 lembar saham atau setara 16 juta lot.
Berdasarkan data perdagangan, transaksi dilakukan pada harga Rp63 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp106.309.665.000. Dengan penyelesaian transaksi ini, INET resmi menjadi pengendali baru PADA.
Dalam transaksi ini, KJPP Iwan Bachron dan Rekan menyatakan bahwa berdasarkan hasil dari analisis atas transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, dan analisis kewajaran nilai transaksi, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah WAJAR.
Pendapat Kewajaran ditujukan untuk kepentingan INET dalam kaitannya dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Seperti diketahui sebelumnya, INET telah menandatangani Indikasi Syarat dan Ketentuan Jual Beli (Indicative Termsheet) dengan Kopindosat terkait rencana pengambilalihan mayoritas saham PADA. Penandatanganan termsheet tersebut menjadi langkah awal dalam proses akuisisi strategis yang bertujuan memperluas sinergi bisnis INET, khususnya di bidang infrastruktur digital, manajemen sumber daya manusia, serta layanan operasional berbasis teknologi.
Dengan bergabungnya PADA ke dalam ekosistem bisnis INET, perseroan dinilai semakin siap mempercepat pengembangan jaringan fiber optik, memperluas layanan managed service, serta menghadirkan inovasi layanan berbasis human-tech bagi pelanggan di masa mendatang.
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) merupakan salah satu penyedia layanan outsourcing terbesar di Indonesia dengan jaringan operasi di lebih dari 25 kota serta didukung oleh lebih dari 36.000 tenaga kerja profesional. Layanan yang diberikan mencakup jasa teknikal dan pemeliharaan telekomunikasi, call center, layanan perkantoran, keamanan, manajemen sumber daya manusia, serta layanan distribusi dan logistik.
Manajemen PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Selasa (3/02/ 2026). Di sisi lain, Grup Usaha Perseroan memiliki sejumlah rencana pengembangan signifikan, antara lain pengembangan jaringan FTTH di Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Provinsi Kalimantan Barat. Dengan latar belakang tersebut, transaksi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan layanan digital dan infrastruktur teknologi dengan layanan outsourcing SDM berbasis teknologi, sehingga tercipta ekosistem layanan human–tech yang terintegrasi.
Melalui akuisisi PADA, Perseroan berpotensi memperluas portofolio bisnisnya dari layanan digital dan teknologi murni ke layanan operasional berbasis tenaga kerja berskala besar. Langkah ini memungkinkan INET memasuki segmen outsourcing dan manajemen SDM yang sebelumnya berjalan terpisah dari lini bisnis inti teknologi. Strategi ini tidak hanya merupakan bentuk diversifikasi usaha, tetapi juga membuka peluang perluasan sumber pendapatan serta menciptakan sinergi baru antara solusi digital dan tenaga kerja manusia, khususnya dalam layanan managed service, digital workforce, serta pengembangan platform teknologi pendukung operasional SDM.
Transaksi ini juga diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional melalui konsolidasi fungsi back-office, sistem teknologi, dan jaringan distribusi sumber daya. Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan biaya per unit dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Selain itu, kombinasi portofolio kedua perusahaan diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Persada melayani lebih dari 350 klien korporasi dan BUMN, antara lain Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Indosat Ooredoo, Lintasarta, iForte, PGN, Gojek/GoTo Group, Astra Group, PLN, Pertamina, Shopee Express, Huawei Indonesia, Tower Bersama Group, Biznet, BCA, BRI, Telkom Group, Anteraja, SiCepat, Kementerian Keuangan, Kementerian Kominfo, hingga Nissan Motor Indonesia.
Akuisisi ini memperkuat posisi INET sebagai penyedia solusi digital dan layanan operasional terintegrasi. Melalui integrasi dengan PADA, INET akan memperluas jaringan operasional nasional, mengembangkan platform digital workforce management, memperkuat layanan managed service dan outsourcing digital, serta meningkatkan efisiensi operasional bagi klien korporasi.
“Integrasi ini merupakan langkah menuju terbentuknya ekosistem human-tech nasional, di mana teknologi dan manusia menjadi satu kesatuan strategis,” ujar Muhammad Arief.
Dalam keterangannya di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menjelaskan bahwa negosiasi pengambilalihan dilakukan secara langsung antara INET dan Kopindosat sejak 23 Oktober 2025. Akuisisi tersebut mencakup 53,57 persen saham PADA dan berpotensi mengakibatkan perubahan pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No. 9/2018.
Related News
NPGF Raih Kredit Rp54,02 Miliar dari Bank Sinarmas untuk Modal Kerja
IMPC Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback 166 Juta Saham
Tambah Modal Anak Usaha, AMRT Gelontorkan Rp35 Miliar ke Lancar Wiguna
Bursa Efek Filipina Catat Kepemilikan Saham Pertamina NRE di CREC
Fundamental Solid, Kredit BBNI Melesat 16 Persen
Kinerja IOTF Solid, EBITDA Meningkat Dua Kali Lipat





