Inflasi Rendah AS Tak Menolong, Yen Masih Kesulitan Bangkit
:
0
Mata uang Yen Jepang bergerak fluktuatif di kisaran 159,3 per USD pada perdagangan hari Kamis.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Mata uang Yen Jepang bergerak fluktuatif di kisaran 159,3 per USD pada perdagangan hari Kamis. Pergerakan yang mendekati batas level psikologis kunci 160 per USD ini membuat para pelaku pasar tetap bersiaga menghadapi kemungkinan intervensi susulan dari otoritas keuangan Jepang di tengah tren pelemahan nilai tukar yang terus berlanjut.
Menurut Trading Economics, pelemahan nilai tukar Yen terus tertekan oleh serangkaian faktor fundamental jangka panjang. Beberapa pemicu utamanya mencakup pelebaran selisih suku bunga antarnegara, meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik, serta tingginya beban biaya impor dan energi yang harus ditanggung negara tersebut.
Hingga saat ini Yen masih mengalami kesulitan besar untuk membangkitkan momentum penguatan. Kondisi ini tetap terjadi meskipun rilis data inflasi Amerika Serikat berada di level rendah, yang mana perkembangan tersebut sebenarnya telah mengurangi tekanan bagi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Dari sisi indikator ekonomi domestik Jepang, harga produsen tercatat mengalami kenaikan sebesar 7,2 persen secara tahunan pada bulan Juli. Angka pertumbuhan tersebut menunjukkan sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan pencapaian bulan Juni yang berada di level 7,3 persen, sekaligus berada di bawah angka perkiraan konsensus pasar sebesar 7,4 persen.
Di sisi lain, Bank Sentral Jepang memberikan penekanan khusus mengenai potensi kenaikan laju inflasi. Berdasarkan ringkasan opini resmi hasil pertemuan kebijakan periode Juli, Bank Sentral Jepang menyoroti meningkatnya risiko percepatan inflasi di dalam negeri. Salah satu anggota dewan Bank Sentral Jepang dalam dokumen tersebut menyampaikan bahwa laju kenaikan suku bunga acuan dapat mengalami peningkatan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Dinamika gejolak nilai tukar Yen Jepang serta arah kebijakan moneter Bank Sentral Jepang ini menjadi salah satu fokus perhatian utama para pelaku pasar keuangan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Pergerakan mata uang utama kawasan ini kerap berimbas langsung pada stabilitas pasar valuta asing regional, dinamika nilai tukar Rupiah, serta penetapan beban biaya perdagangan internasional antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang.(*).
Related News
Kena Sentimen MSCI, Rupiah Tertahan di Rp17.867 per USD
Permintaan AI Dorong Platinum Tembus USD1.770
KUR Mandiri Tembus Rp25,63T, Dorong 56 Ribu UMKM Naik Kelas
Inflasi AS Melambat Emas Kokoh Di Atas USD4.400
Harga Minyak Jatuh Usai 5 Hari Melesat
Rilis CPI Dan Kinerja Saham AI Hijaukan Bursa AS





