EmitenNews.com - PT Ikapharmindo Putramas Tbk. (IKPM) bersuara soal laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana IPO per 30 Juni 2026. Emiten bidang usaha Industri Farmasi dan Personal Care itu, masih menyimpan dana IPO sebesar Rp2,07 miliar sebagai Deposito di Bank OCBC NISP.

Direktur IKPM, Ayi Saepudin dalam keterangan tertulisnya Rabu (16/9/2026) menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh IPO efektif pada 8 November 2023 sebesar Rp55,59 miliar. Dengan biaya sebesar Rp3,18 miliar, perseroan mendapatkan hasil IPO sebesar Rp52,40 miliar.

Kemudian, IKPM menggunakan dana IPO sebesar Rp6,66 miliar untuk Belanja barang Modal dan Mesin serta modal kerja sebesar Rp43,67 miliar. 

Dengan realisasi dana IPO tersebut maka IKPM sudah menggunakan dana IPO sebesar Rp50,33 miliar.

Sejauh ini, Belum IKPM masih menyimpan dana IPO sebesar Rp2,07 miliar sebagai Deposito di Bank OCBC NISP. 

Sebelumnya PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) mencatat penjualan neto Rp103,84 miliar hingga 31 Maret 2026. Ada kenaikan dari penjualan neto Rp90,30 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat (24/4/2026) menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp55,87 miliar dari Rp52,06 miliar membuat laba bruto naik menjadi Rp47,97 miliar dari laba bruto Rp38,24 miliar.

Lalu, laba usaha mencapai Rp3,15 miliar naik dari laba usaha Rp1,19 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp877,41 juta usai mencatat rugi sebelum pajak Rp1,41 miliar.

Kemudian, laba neto diraih Rp877,41 juta usai mencatat rugi neto Rp1,41 miliar ahun sebelumnya. Laba per saham diraih Rp0,52 usai mencatat rugi per saham Rp0,84 tahun sebelumnya.

Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp253,28 miliar hingga 31 Maret 2026 naik dari Rp245,25 miliar hingga 31 Desember 2025. Total aset mencapai Rp472,89 miliar hingga 31 Maret 2026 naik dari Rp463,99 miliar hingga 31 Desember 2025. ***