Ini Argumen Pefindo Turunkan Peringkat WIKA Jadi Negatif
:
0
Gambar emiten WIKA
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menurunkan peringkat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menjadi idBB- dengan prospek CreditWatch dengan Implikasi Negatif, dari sebelumnya idBBB-/stabil. Peringkat surat utang WIKA, termasuk Obligasi Berkelanjutan I, II, dan III, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, II, dan III, juga diturunkan menjadi idBB- dan idBB-(sy).
Penurunan peringkat ini disebabkan oleh ketidakmampuan WIKA untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang Obligasi Berkelanjutan II Tahap II/2022 Seri A senilai Rp593,9 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II/2022 Seri A senilai Rp412,9 miliar yang jatuh tempo pada 18 Februari 2025.
WIKA sebelumnya mengajukan usulan untuk membayar sebagian dari surat utang tersebut, memperpanjang sisa pokok, serta tetap membayarkan kupon dengan nilai yang sama dan menambahkan opsi beli untuk Seri A, B, dan C.
Menurut PEFINDO, WIKA menghadapi risiko pembiayaan kembali yang tinggi untuk memenuhi kewajiban tersebut secara penuh dan tepat waktu. Hal ini diperburuk oleh kinerja keuangan perusahaan yang lemah dan tekanan pada likuiditasnya.
Peringkat ini mencerminkan posisi WIKA yang mapan di industri konstruksi nasional. Namun, peringkatnya dibatasi oleh profil keuangan dan likuiditas yang lemah, risiko dari ekspansi sebelumnya, serta dinamika lingkungan bisnis yang bergejolak.
Ketidakmampuan WIKA untuk melunasi obligasi dan sukuk yang jatuh tempo dapat mengakibatkan penurunan peringkat lebih lanjut. Sebaliknya, PEFINDO dapat meninjau kembali peringkat dan prospek WIKA jika perusahaan berhasil menyelesaikan persoalan terkait pelunasan surat utang sebelum jatuh tempo.
Related News
Saham Gocap (ZATA) Lepas Suspensi Khusus, Langsung Ngacir 30 Persen
Saham Meroket 200 Persen Mau Ganti Pengendali, BEI Suspensi Kedua Kali
Ekspansi ke PSEL Bersama Prajogo, Ini Pertimbangan Bakrie
Saham JELI Masuk UMA BEI Usai Harganya Anjlok 8 Hari Berturut-Turut
Menang Lelang, Tiga Emiten Wajib Bangun 5G dan Internet Desa
Pendapatan Anjlok, Saldo Laba ADHI Minus Rp3,61 Triliun





