Investasi dan Konsumsi RT Dorong Ekonomi Jateng, Lihat Catatan BI
:
0
Ilustrasi Lawang Sewu, salah satu ikon Kota Semarang, Jawa Tengah. Dok. Jawa Pos.
EmitenNews.com -Meningkatnya konsumsi rumah tangga (RT) dan investasi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah. Perekonomian di provinsi yang kini dipimpin Ahmad Luthfi itu, tumbuh kuat meski di tengah peningkatan ketidakpastian global.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (1/6/2026), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng M Noor Nugroho menyampaikan bahwa ekonomi Jateng tumbuh kuat di tengah peningkatan ketidakpastian global.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen (year on year), lebih tinggi dibanding triwulan lalu sebesar 5,84 persen (yoy).
Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa (5,79 persen, yoy) dan nasional (5,61 persen, yoy).
Sumber pertumbuhan dari sisi pengeluaran terutama berasal dari konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau jnvestasi.
Dari sisi lapangan usaha (LU), sumber pertumbuhan terutama berasal dari LU industri pengolahan dan LU konstruksi.
Konsumsi rumah tangga dengan pangsa terbesar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai 60,01 persen, mampu tumbuh meningkat sebesar 5,08 persen (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 4,44 persen (yoy).
Konsumsi Rumah Tangga Didorong Peningkatan Mobilitas Masyarakat
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat Jateng, terutama saat momentum mudik Lebaran atau Idul Fitri 2026.
Kuatnya konsumsi masyarakat, juga tercermin pada peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jateng. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia dari 117,56 pada triwulan IV 2025 menjadi 123,82 pada Triwulan I 2026.
Related News
BEI Ungkap 4 Perusahaan Antre IPO
BEI Dukung Penuh Rencana DPR Tarik Dana BPJS-Taspen ke Pasar Modal
DPR Buka Potensi Manfaatkan Fund Negara Rp1.200T Masuk Pasar Modal
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD444,4 Miliar, Cek Kata BI dan Purbaya
Daftar Terbaru 51 Saham HSC, Ada PGUN hingga WBSA
BEI Bongkar 50 Saham HSC, Kepemilikan Tertinggi Tembus 99,99%





