Investasi Masuk Bontang Capai Rp2,7 Triliun, Terbesar dari PMDN
:
0
Ilustrasi Kota Bontang. Dok. PKTV Kaltim.
EmitenNews.com - Pemodal dalam negeri menopang iklim investasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sepanjang tahun 2024, realisasi investasi yang masuk ke Kota Bontang, mencapai nominal Rp2,7 triliun. Terjadi peningkatan hampir 13 persen. Sebagian besar, atau Rp2,5 triliun dari PMDN. Sisanya penanaman modal asing (PMA).
"Realisasi jumlah investasi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi yang kondusif di Kota Bontang," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspiannur di Bontang, Selasa (4/3/2025).
Muhammad Aspiannur mencatat, investasi yang mencapai Rp2,7 triliun tersebut meningkat 12,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp2,35 triliun. Peningkatan itu, kata dia, menggambarkan iklim investasi di kawasan ini kondusif.
DPMPTSP bertekad peningkatan investasi tersebut kembali terulang tahun ini. Karena itu, Muhammad Aspiannur terus berupaya memberikan pelayanan terbaik guna memastikan kemudahan bagi para investor dalam berinvestasi. Ia menginginkan, pemilik modal menjadikan Kota Bontang menjadi tujuan utama dalam berbisnis di berbagai bidang.
Catatan yang ada menunjukkan, tahun lalu investasi di Bontang paling banyak diserap di Kecamatan Bontang Utara dengan nilai Rp2,39 triliun atau 88,23 persen dari total investasi. Kemudian, disusul Kecamatan Bontang Selatan dengan nilai Rp317 miliar atau 11 persen, dan Kecamatan Bontang Barat terealisasi Rp1,36 miliar atau 0,05 persen dari total investasi.
Bagusnya, investasi yang masuk tersebut berhasil menyerap 512 tenaga kerja Indonesia. Rincian investasi dari penanaman modal dalam negeri menyerap 475 tenaga kerja dan investasi dari penanaman modal asing menampung 37 tenaga kerja. ***
Related News
Meningkat Target Kemitraan Sawit Rakyat PalmCo, Jadi 64.176 Hektare
Target Realisasi Investasi 2027 Rp2.322T, Menteri Rosan Pastikan Ini
Memasuki Semester II–2026, Ekonomi RI Dihadapkan Dua Sinyal Pelemahan
Buruan, Hari Ini 81.000 Konsumen Beli BBM Dapat Diskon
Hadapi Dinamika Global, BRICS Dorong Penguatan Fondasi Resiliensi
Danantara Buktikan Kinerja, Nada Optimisme Mengemuka





