Investor Konfiden, IHSG Uji Level 7.480

Seseorang berjalan di bagian teras depan gedung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan akhir pekan lalu menguat signifikan. Kondisi itu, mengantarkan S&P 500 surplus 0,25 persen, kembali mencatat rekor penutupan tertinggi baru, dan mencatat rally penguatan mingguan ketiga.
Secara umum, indeks-indeks Wall Street ditopang keyakinan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan the Fed edisi Desember 2024. CME FedWatch Tools mencatat peluang pemangkasan suku bunga 25 bps periode Desember 2024 mencapai 86 persen.
Peningkatan signifikan U.S. Non-Farm Payrolls menjadi 227 ribu edisi November 2024 dari periode Oktober 2024 di kisaran 36 ribu, tidak mengubah keyakinan pemangkasan the Fed Rate pada Desember 2024 mendatang.
Makin dekat dengan FOMC pada 18 Desember 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai berbalik memasuki fase bullish reversal. Kondisi itu, divalidasi dengan konfirmasi rebound IHSG ke atas 7.330-7.350 pada perdagangan Jumat, 6 Desember 2024. Sepanjang hari ini, IHSG akan mengitari area support 7.330, dan resistance 7.480.
Secara teknikal, MACD makin solid membentuk positive slope, meski pullback wajar mungkin akan terjadi beberapa kali dalam bullish reversal ini, itu mengingat Stochastic RSI telah memasuki overbought area. Pasar domestik mengantisipasi data indeks keyakinan konsumen, dan penjualan ritel.
Kedua faktor itu, akan mempengaruhi keyakinan pasar terhadap peluang perbaikan pertumbuhan ekonomi kembali ke atas 5 persen pada kuartal IV 2024. Sebagai informasi, penjualan ritel tumbuh 4,8 persen yoy edisi September 2024.
Sementara pekan depan, mover pertumbuhan ekonomi lain, yaitu data ekspor-impor akan dirilis, dan diyakini masih lanjutkan tren positif sejalan dengan pemulihan ekonomi Tiongkok. Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham JPFA, EXCL, AKRA, BBTN, MEDC, ERAA, dan TOWR. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal