EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah. Investor melakukan rotasi dari sektor teknologi ke sektor defensif. Saham chip melemah setelah OpenAI mempertimbangkan untuk menunda initial public offering (IPO) hingga tahun depan menyusul performa buruk saham SpaceX.

Penundaan IPO itu, menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan OpenAI dalam mempertahankan tingkat investasi infrastruktur karena pendanaan dari pasar modal tertunda. Selain itu, dapat memperlambat laju belanja infrastruktur AI selama ini menjadi pendorong utama permintaan chip semikonduktor, dan pembangunan pusat data.

Investor akan mencermati lalu lintas kapal tanker Selat Hormuz, sehubungan dengan pergerakan harga minyak, setelah kembali terjadi bentrokan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Pekan ini, akan rilis sejumlah data penting AS, yaitu data pasar tenaga kerja, PMI manufaktur, factory orders, dan indeks harga rumah.  Sedang Euro Area  akan rilis data inflasi.

Investor domestik akan mencermati data ekonomi seiring rilis S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi. Investor juga mencermati perkembangan penerbitan Patriot Bonds, dan Merah Putih Bonds. Di mana, Pemerintah mengimbau dan menyasar para pemilik modal besar untuk menempatkan dana pada dengan batas waktu 6 bulan tanpa paksaan.

Penerbitan obligasi itu, menjadi salah satu upaya Pemerintah menarik investasi, namun di sisi lain direspons negatif karena dianggap memicu pelemahan penegakan hukum keuangan akibat adanya imunitas. Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level support 5.700, dan resistance 5.800.

Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Indosat Ooredoo (ISAT), United Tractors (UNTR), Mark Dynamics (MARK), Sumber Alfaria alias Alfamart (AMRT), dan Panin Financial (PNLF). (*)