Isi Slot MSCI Small Indeks, Saham AMRT Siap Meledak
:
0
Salah satu gerai Alfamart berada di depan hotel mewah. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sumber Alfaria alias Alfamart (AMRT) memang tereliminasi dari MSCI Global Standard Indexes. Namun, AMRT tidak sendiri meninggalkan arena indeks paling prestisius tersebut. AMRT secara kolektif terdepak dari MSCI Global indeks bersama lima emiten jumbo lain.
Yaitu, Amman Mineral (AMMN), Barito Energy (BREN), Chandra Asri (TPIA), Dian Swastatika (DSSA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Meski begitu, AMRT tidak perlu berkecil hati, dan bermuram durja. Pasalnya, MSCI masih percaya dengan sepak terjang, dan perilaku korporasi emiten besutan Djoko Susanto tersebut.
Terdepak dari MSCI Global Standard Indeks, AMRT mengisi MSCI Small Indeks. Maklum, sejak ditinggal penghuni lawas, 13 kursi dan meja MSCI Small Indeks kosong melompong. Dengan demikian, AMRT bakal sendirian, dan tentu kesepian menjadi penghuni baru MSCI Small Indeks.
Dewa Penyelamat
AMRT terpilih mengisi slot kosong MSCI Small Indeks tentu menjadi oase di tengah kolapnya sejumlah emiten lain, yang selama ini menjadi langganan. Tampilnya, AMRT dalam kancah indeks global tersebut meski berskala relatif kecil menjadi pelipur lara.
Lebih dari itu, AMRT sekaligus menjadi dewa penyelamat muka indeks nasional. Menjadi palang pintu bagi 13 emiten lain yang terpaksa didepak oleh penyedia indeks global MSCI. Tiga belas emiten ngenes tersebut sebagai berikut. Yaitu, Aneka Tambang (ANTM), Astra Agro (AALI), Bank Aladin (BANK).
Menyusul kemudian, Bumi Serpong Damai (BSDE), Dharma Satya (DSNG), Sido Muncul (SIDO), Midi Utama (MIDI), Mitra Keluarga (MIKA), MNC Digital (MSIN), Pabrik Tjiwi Klima (TKIM), Pacific Strategic (APIC), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro (TAPG).
Kinerja Moncer Kuartal I 2026
Sepanjang kuartal I 2026, kinerja keuangan AMRT sangat memuaskan. Penjualan bersih Rp35,24 triliun, melompat 7,53 persen dari edisi sama tahun lalu Rp32,77 triliun. Penjualan segmen makanan Rp25,18 triliun, dan non-makanan Rp10,05 triliun. Laba kotor Rp7,67 triliun, surplus 7,06 persen dari Rp7,17 triliun.
Laba usaha Rp1,44 triliun, melesat 14,52 persen dari sebelumnya Rp1,26 triliun. Laba bersih tembus Rp1,07 triliun, melonjak 10,29 persen dari posisi sama tahun lalu Rp975,11 miliar. Aset Rp45,8 triliun, naik dari akhir 2025 senilai Rp42,57 triliun.
Related News
Posisi HSC DSSA Sebelum Tergusur dari MSCI Global Standard Index
Pascarombak MSCI Global Standard Index, Ini 11 Saham Bertahan
MCOL Beber Jadwal Dividen Rp280 per Lembar, Cair 8 Juni 2026
Terlempar dari MSCI Global Standar Index, AMRT Masih Selamat
Manis! Aman Agrindo (GULA) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba di Q1-2026
SMGR Bagi Dividen 100 Persen Laba, Cum Date 20 Mei 2026





