ITDC Gandeng Investor Spanyol Kembangkan Vila Premium di Mandalika
:
0
ITDC menggandeng PT SAPO Development Lombok, perusahaan PMA yang berafiliasi dengan investor asal negara Spanyol, melalui penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) perjanjian pemanfaatan dan pengelolaan lahan untuk Lot KGH1 dan KGH2. (Foto: ITDC)
EmitenNews.com - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengakselerasi realisasi investasi di The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat dengan menggandeng PT SAPO Development Lombok, perusahaan penanaman modal asing yang berelasi dengan grup investor asal negara Spanyol. Pekan lalu mereka menandatangani Land Utilization and Development Agreement (LUDA) perjanjian pemanfaatan dan pengelolaan lahan untuk Lot KGH1 dan KGH2.
Direktur Komersial ITDC, Febrina Meidiana, mengungkapkan PT SAPO Development Lombok akan mengembangkan proyek akomodasi, berupa high-end villa (vila premium) yang menargetkan segmen wisatawan leisure and experiential stay. Ia menilai masuknya investasi ini merupakan cerminan kepercayaan investor asing, terhadap prospek pengembangan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan. Kehadiran investor asal Spanyol ini juga memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global,” ujar Febrina.
Nilai investasi yang direalisasikan oleh PT SAPO Development Lombok mencapai EUR 2,76 juta atau setara dengan Rp54,17 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan di Lot KGH1 dan KGH2. Dengan tambahan investasi tersebut, maka total nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga tahun 2025 menjadi Rp5,96 Triliun.
Febrina menambahkan bahwa dalam pengembangan proyek, ITDC selalu mengacu pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku di The Mandalika. ITDC memastikan kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, yakni dengan tetap menjaga kepentingan jangka panjang kawasan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
“ITDC berharap pengembangan villa ini tak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” tutup Febrina.(*)
Related News
Target Merger KAI Dibayangi Utang INKA Rp4,7T, Ini Solusi Danantara
Pelaporan Pajak jadi Kendala Pekerja Industri Kreatif, Ini Masalahnya
Produk Emas BCA Syariah Melejit 81%, Kinerja Konsumer Tumbuh 34 Persen
Kolaborasi Askrindo-Bank Kalsel, Untuk Kontraktor dan Jasa Konstruksi
Layanan Pelabuhan Patimban, Jepang Perluas Ekspor Kendaraan ke Meksiko
Sambut Buyback, Saham Emiten Tower Grup Djarum Melesat 3,06 Persen





