EmitenNews.com -Emiten pengelola rumah sakit Bunda, PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengumumkan pengunduran diri salah satu direkturnya yang merupakan salah satu Direksi dari kalangan profesional.
"Pada 17 Oktober 2023 Perseroan telah menerima surat Material/permohonan pengunduran diri dari Ibu dr. Ivonne M. Rampun, dari jabatannya selaku Direktur Perseroan," ungkap Mesha Rizal Sini selaku Direktur Utama BMHS pada Kamis, (19/10/2023)
Setelah pengumuman ini, BMHS akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan meminta persetujuan dari pemegang saham atas pengunduran diri tersebut.
Mengacu pada situs resmi perseroan, Ivonne Rampun, MM merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan Magister Manajemen STIE SUPRA Jakarta.
Ia adalah seorang profesional di bidang Medis dan Manajemen Rumah Sakit dengan pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai Direktur Rumah Sakit di salah satu rumah sakit terkemuka di Indonesia. Ia memiliki keahlian dalam manajemen medis, keperawatan dan juga penanganan kasus medikolegal.
Dari sisi kinerja, sebelumnya BMHS menyebut realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Juli 2023 baru mencapai 30-40% dari yang dianggarkan sebesar Rp 200 miliar pada tahun ini.
Anggaran itu digunakan untuk perbaikan layanan secara fisik, serta digitalisasi. Dengan demikian, masih memiliki anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 120 miliar sampai akhir 2023,“Kami pergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan, baik peralatan medis, perbaikan-perbaikan dari sisi pelayanan, termasuk juga untuk kebutuhan digital kami,”kata CEO Group BMHS & Managing Director PT Bundamedik Tbk, Nurhadi Yudiyantho pada Bulan Lalu.
Related News

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024

Surplus 32,64 Persen, SSIA 2024 Raup Laba Rp234,22 Miliar