Jadi Satu Data Indonesia, Menkominfo Sebut PDN Perkuat Efisiensi E-Governance
:
0
Menkominfo Johnny G Plate peletakan batu pertama pembangunan Pusat Data Nasional, Rabu, 9 November 2022. dok. Antaranews. Kominfo.
EmitenNews.com - Pusat Data Nasional (PDN) diharapkan mampu memperkuat pemerintahan berbasis digital (e-governance) yang lebih efisien. Pembangunan PDN diharapkan berdampak pada efisiensi pengeluaran APBN terhadap pusat data dan server yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia. Dalam lingkup pemerintah saja, ada 2.700 pusat data yang memakan biaya besar setiap tahun. Aplikasi pemerintah ada 24 ribu lebih.
"Harapannya adalah efisiensi, tata kelola data yang lebih efisien. Memperkuat e-governance dan menghasilkan Satu Data Indonesia untuk pengambilan keputusan berbasis data," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate di sela acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusat Data Nasional, di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022).
Menurut Menkominfo, pembangunan PDN ini nantinya dapat berdampak pada efisiensi pengeluaran APBN terhadap pusat data dan server yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia. Kini dalam lingkup pemerintah saja, ada 2.700 pusat data yang memakan biaya besar tiap tahunnya.
'Demikian halnya dengan aplikasi pemerintah. Aplikasi pemerintah ada 24 ribu lebih. Nanti, pada saat (pembangunan) PDN ini selesai, kita harapkan ini terkonsilidasi di sini. Pusat datanya terkonsilidasi di sini, mengatur aplikasi pemerintah juga di sini," ujar politikus Partai NasDem tersebut.
Meski salah satu tujuan dari PDN adalah untuk efisiensi dan integrasi, Johnny menilai terdapat beberapa aplikasi besar dan penting dari pemerintah yang harus dijaga, termasuk di dalamnya aplikasi Peduli Lindungi.
Untuk itu, perencanaan pusat data harus dipersiapkan dengan matang agar pengaplikasiannya berlangsung optimal. Dengan begitu, aplikasinya lebih efisien dan memudahkan, dan layanan e-governance-nya jadi lebih baik untuk mendukung Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). ***
Related News
Sadap Telepon Presiden, Mensesneg Sebut Arahnya Makar dan Berbahaya
Sadap HP Presiden, Mantan Kapolri Jenderal Listyo Jadi Tersangka
Transformasi SDM Unggul, Bank BSN Sabet Human Capital Awards 2026
Karhutla di Tanah Air, Polri Tetapkan 265 Tersangka, 20 dari Korporasi
Silmy Karim Didakwa Peras Penjamin WNA Rp168,92M, JPU Bongkar Modusnya
Kata Pandu Sjahrir Soal Polemik Supra Sekuritas





