Jangan Ketinggalan, Pagi Ini Indonesia Transport (IATA) Tentukan Kelanjutan Akuisisi BCR
:
0
EmitenNews.com - PT Indonesia Transport & Infrastructure (IATA) akan menggeber Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa hari ini, Kamis (10/2). Rapat penting itu, berlangsung pukul 10.00 WIB hingga tuntas di iNews Tower, Lantai 3 MNC Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat
Pada rapat itu, Indonesia Transport berencana meminta persetujuan pemegang saham untuk transaksi material, dan perubahan kegiatan usaha. Selain itu, juga meminta restu transaksi pengalihan kekayaan perseroan, dan mengubah susunan pengurus Perseroan.
Selanjutnya, Indonesia Transport meminta persetujuan pemegang saham independen seiring rencana transaksi material, dan transaksi afiliasi. ”Diversifikasi, dan pengembangan usaha sangat penting. Oleh karena itu, mengubah kegiatan usaha dari bidang pengangkutan udara niaga ke bidang Investasi sebuah keniscayaan,” tutur Andi Tenri Dala Fajar, Corporate Secretary Indonesia Transport.
Pergeseran kegiatan usaha utama ke bidang Investasi, dan menjadi perusahaan induk, sejalan rencana akuisisi 99,33 persen saham PT Bhakti Coal Resources (BCR), induk dari sembilan perusahaan batu bara di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dari MNC Investama (BHIT).
Nilai transaksi pengambilalihan 99,33 persen saham BCR dari MNC Investama tersebut sebesar USD140 juta atau setara Rp2 triliun. BCR memiliki ketersediaan cadangan batu bara cukup melimpah.
Oleh karena itu, Indonesia Transport perlu mengambil langkah strategis untuk memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan batu bara, dan kenaikan harga komoditas tersebut. (*)
Related News
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi
Rogoh Rp661,34 Miliar, Samuel Sekuritas Serok 7,35 Persen Saham RLCO
Ramai Isu Under-Invoicing, Muncul Peta Transaksi Afiliasi Emiten Sawit
Free Float TPIA Tembus 25 Persen, Analis: Big Money Berpeluang Masuk
Grup Lotte (FPNI) Kaji Free Float 15 Persen, Delisting atau Lanjut?





