Jatuh Tempo! J Resources (PSAB) Siapkan Rp500 Miliar Untuk Lunasi Obligasi
:
0
EmitenNews.com–PT. J Resources Asia Pasifik Tbk,. (PSAB) telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019.
Edi Permadi Corporate Secretary PSAB dalam keterangan tertulisnya Jumat (2/9) menuturkan bahwa Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar dalam rangka melunasi Obligasi tersebut.
Sebagai informasi, Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap II Tahun ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2022.
Sebelumnya, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idBBB+ PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) dengan prospek stabil. Selain itu, Pefindo juga menegaskan peringkat idBBB+ untuk obligasi berkelanjutan I J resources Asia.
Peringkat mencerminkan sumber daya, dan cadangan tambang perusahaan cukup besar, ekspektasi terhadap biaya tunai produksi rendah dari proyek baru, dan permintaan emas tinggi. Namun, peringkat itu dibatasi struktur permodalan perusahaan agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, dan risiko pengembangan tambang belum menghasilkan.
Peringkat dapat dinaikkan apabila J Resources Asia telah secara penuh mengoperasikan proyek Doup, memperbaiki struktur permodalan, diindikasikan rasio utang terhadap EBITDA di bawah 2,5x secara berkelanjutan, dengan tetap mengelola margin laba, dan posisi biaya tunai produksi rendah. Itu juga harus didukung peningkatan sumber daya, cadangan tambang, dan volume produksi.
Peringkat dapat tertekan apabila perusahaan tidak berhasil untuk memperoleh fasilitas pinjaman beberapa bulan ke depan berdampak pada keterlambatan atas konstruksi proyek Doup, dapat berdampak pada penurunan volume produksi dari proyeksi, dan risiko pembiayaan kembali meningkat. Peringkat dapat diturunkan apabila perusahaan secara agresif membiayai ekspansi dengan utang lebih besar dari proyeksi, tanpa terkompensasi dengan pendapatan dan/atau EBITDA lebih besar. Penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat, karena dapat memperburuk profil finansial perusahaan.
Related News
Lunasi Obligasi 7 September, Bank SulutGo Alokasikan Dana Rp750 Miliar
APBN 2027 Target Pertumbuhan 6%, Asumsi Rupiah Rp17.500/USD
Di Sidang MPR, Prabowo akan Usut Direksi BUMN 32 Tahun ke Belakang
Di Sidang MPR Presiden Ungkap Keberhasilan Swasembada 8 Komoditas
Emas Antam Turun Rp36 Ribu Terimbas Profit Taking Global
Nikkei Tembus 69.400, Saham Jepang Melejit Ikuti Wall Street





