Jawab Kebutuhan Nasabah Generali Indonesia-BVIC Luncurkan BeSMART Lite
Generali Indonesia dan Bank Victoria resmi meluncurkan produk bancassurance BeSMART Lite, produk inovatif yang memberikan kenyamanan dan rasa tenang dengan manfaat pasti melalui perlindungan jangka panjang dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan nasabah. Peluncuran ini diresmikan oleh manajemen Generali Indonesia, Edy Tuhirman selaku CEO (kedua kanan), didampingi Vivin Arbianti Gautama sebagai Chief Marketing & Partnership Distribution (paling kanan) dan manajemen Bank Victoria, Achmad Friscantono selaku Direktur Utama (kedua kiri) dan Muhammad Rakhmadhani selaku SEVP of Change Management Office (paling kiri) di Kantor Pusat Generali Indonesia, Kamis (15/8/2024). dok. ist.
BeSMART Lite merupakan produk terkini hasil kerja sama Generali Indonesia dan Bank Victoria setelah menghadirkan produk VIP Scholar Shield dan VIP Cristal Shield yang diluncurkan tahun lalu. Mulai Agustus 2024, produk ini akan dipasarkan melalui saluran distribusi bancassurance Bank Victoria yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Bersama Bank Victoria, Generali Indonesia akan terus berkolaborasi untuk menciptakan produk-produk inovatif dan layanan terbaik bagi para nasabah sebagai perwujudan tujuan Generali yakni enable people to shape a safer and more sustainable future by caring for their lives and dreams” tutup Edy.
Tren proteksi terus menunjukan gejolak dan perubahan yang dipicu berbagai indikator. Di antaranya, kenaikan biaya medis dan juga kondisi pasar ekonomi. Peningkatan klaim asuransi kesehatan juga terus tinggi. Klaim asuransi kesehatan mengalami kenaikan signifikan selama 3 tahun terakhir dengan rata-rata peningkatan hampir 30% (Sumber: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia).
Ketidakpastian ekonomi juga masih menjadi kekhawatiran yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. Dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) Juli 2024, IMF memproyeksikan ekonomi global tumbuh 3,2 persen (yoy) pada 2024, dibandingkan 3,3 persen (yoy) pada tahun sebelumnya.
Kedua indikator tersebut berdampak pada bergesernya kebutuhan nasabah, di mana proteksi kesehatan dan manfaat pasti menjadi prioritas perlindungan. (Eko Hilman). ***
Related News
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan





