Jelang Right Issue, Ledakan USD Angin Segar untuk CBRE
:
0
Salah satu armada kapal besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah mulai menjadi katalis positif. Terutama bagi sejumlah emiten perkapalan dan logistik energi. Di tengah tekanan pelemahan rupiah terhadap mayoritas sektor, perusahaan dengan pendapatan berbasis USD justru dinilai berpotensi mencatat keuntungan selisih kurs.
Momentum tersebut dinilai makin menarik menjelang right issue (RI) Cakra Buana Resources Energi (CBRE). Pelaku pasar mulai mencermati potensi pertumbuhan perseroan seiring kombinasi ekspansi bisnis, kontrak USD jangka panjang, dan peluang keuntungan selisih kurs akibat penguatan mata uang USD.
CBRE sebelumnya telah mnegakuisisi kapal pipe laying and lifting vessel senilai USD100 juta dari Hilong Shipping Holding Ltd. Bersamaan dengan akuisisi tersebut, CBRE juga berhasil mengamankan kontrak penyewaan kapal berdurasi 8 tahun dengan nilai USD262,8 juta. Kontrak itu, menjadi salah satu recurring income strategis bagi CBRE karena menggunakan skema pembayaran berbasis USD.
Dengan tarif dasar time charter USD90 ribu per hari, kontrak tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar USD32,8 juta per tahun. Kalau menggunakan asumsi kurs rupiah saat ini di level Rp17.713 per USD, maka nilai pendapatan tahunan kontrak tersebut meningkat menjadi sekitar Rp581 miliar per tahun. Artinya, ada potensi kenaikan nilai pendapatan sekitar Rp73 miliar per tahun hanya dari efek penguatan USD terhadap rupiah.
Sementara secara total, nilai kontrak time charter USD262,8 juta kini setara sekitar Rp4,65 triliun dengan kurs saat ini. Nilai tersebut dinilai memberi visibilitas pendapatan jangka panjang cukup kuat bagi CBRE. Di sisi lain, pasar juga menyoroti jadwal right issue CBRE akan berlangsung pada awal Juni 2026. Berdasar prospektus BBRE, pemegang saham tercatat pada recording date 2 Juni 2026 berhak memperoleh HMETD dengan rasio 90:253.
Sementara periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4–10 Juni 2026. Melalui aksi korporasi itu, CBRE berpotensi meraup dana hingga sekitar Rp1,9 triliun. Dana itu, akan digunakan untuk penguatan modal kerja, pengembangan bisnis offshore, dan ekspansi armada.
Kombinasi recurring income jangka panjang, kontrak USD bernilai jumbo, dan momentum penguatan USD menjadi sentimen positif menjelang right issue CBRE. Nah, di tengah volatilitas pasar global, emiten dengan pendapatan USD dan visibilitas kontrak jangka panjang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. (*)
Related News
TPIA Bagi Dividen USD30 Juta, Pantau Cum Date-nya Dari Sekarang!
Direksi BJTM Ramai-Ramai Borong Saham Pada 18 Mei 2026, Ada Apa?
Saratoga (SRTG) Tebar Dividen Rp1,4T, Ada Bonus Saham untuk Karyawan
ASLC Bagi Dividen Mini, Ekspansi Gerai, Buru Pertumbuhan Dobel Digit
Akuisisi SMS Development, Pemegang Saham RATU Diminta Merapat RUPSLB
Cetak Rugi 2025, Gunung Raja Paksi (GGRP) Tetap Royal Bagi Dividen





