JELI dan PRDL Umumkan IPO, 1 Lagi Calon Misterius Siap Susul Melantai!
:
0
Ilustrasi IPO disertai naiknya indeks harga.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia memasuki gelombang baru pencatatan saham setelah nyaris satu semester lamanya menyepi. Dua calon emiten sudah buka kartu, satu lagi masih simpan rapat nama perusahaannya.
PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen merek INACO, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), anak usaha Grup Prodia, resmi mengumumkan rencana IPO pada Sabtu (13/6/2026) dan Kamis (18/6/2026). Keduanya sama-sama menunjuk PT Sucor Sekuritas (AZ) sebagai penjamin pelaksana emisi efek tunggal.
Sementara satu emiten lagi belum muncul ke publik. Sebagaimana pernyataan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, yang pada awal Juni (8/6/2026) sebelumnya menyebut ada tiga calon IPO yang berpotensi kuat melantai akhir Juni atau awal Juli 2026.
Dari ketiga nama itu, Nyoman menyebut satu IPO dari sektor consumer non-cyclicals sudah mengantongi Persetujuan Prinsip Bursa. Dua lainnya dari sektor healthcare berpotensi besar mendapat lampu hijau bulan ini.
JELI masuk kategori consumer non-cyclicals dan sudah dapat restu BEI. PRDL dari sektor healthcare juga sudah umumkan masa bookbuilding 18–23 Juni 2026. Artinya, terdapat tinggal ssat emiten healthcare kedua yang disebut Bos BEI itu tengah antre dan menunggu Persetujuan Prinsip melantai dari regulator Bursa.
Nyoman menegaskan kecepatan IPO itu bergantung pada emiten dan underwriter. Ia memaparkan kondisi bahwa, “(Saat ini) Ada yang revisi laporan keuangan pakai LK terbaru, ada yang masih butuh kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Nyoman menambahkan, "Nanti tergantung pace mereka kasih tanggapan ke kita. Kalau cepat, proses di kita juga cepat."
Sinyal tiga IPO ini muncul saat pipeline pencatatan BEI menyusut. Per 5 Juni 2026, tinggal 12 perusahaan dalam antrean, turun dari sebelumnya 15 perusahaan.
Dari keduabelas nama itu, sembilan masih dalam tahap evaluasi dan telaah dokumen. Dua diantaranya telah mengumumkan IPO dan tersisa satu yang tengah menunggu persetujuan prinsip BEI.
Jika terealisasi, tambahan tiga emiten baru akan mendongkrak jumlah perusahaan tercatat di semester I-2026. Sampai 5 Juni, baru satu perusahaan yang listing yakni, PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) dengan dana dihimpun Rp300 miliar.
Related News
Kinerja Kuartal I Solid, BEST Optimistis Laba Tumbuh Dua Digit
Bank Mandiri (BMRI) Gelar Program Sahabat Desa di Sepanjang Rute MJM
BSDE Puasa Dividen, Laba Jumbo Perkuat Struktur Modal
Dua IPO Baru: PRDL & JELI Diboyong Tunggal Underwriter Sucor (AZ)
Elnusa (ELSA) Perkuat Ketahanan Energi Lewat Proyek Kandawulo
Siapkan Ekspansi Besar, ASHA Bidik Pasar Afrika dan Asia





