Jual 9 Juta Ton Semen, Juni 2024 Pangsa Pasar INTP Tembus 29,4 Persen
:
0
Kompleks pabrik Citeureup besutan Indocement. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) paruh pertama 2024 membukukan volume penjualan (semen dan clinker) 9,03 juta ton. Lebih tinggi 672 ribu ton atau 8,0 persen dibanding edisi sama tahun lalu. Secara keseluruhan volume penjualan semen domestik tercatat 8,86 juta ton, lebih tinggi 808 ribu ton atau 10 persen terutama dari tambahan volume Semen Grobogan.
Kondisi itu, mengakibatkan pangsa pasar domestik (semen saja, mengacu pada data Asosiasi Semen Indonesia/ASI) menjadi 29,4 persen. Di mana, Jawa 37,7 persen, dan luar Jawa 20,5 persen. Secara keseluruhan penjualan ekspor 163 ribu ton. Pendapatan bersih Rp8,12 triliun alias naik 1,9 persen.
Terjadi peningkatan signifikan pada komposisi produk semen curah menjadi 30,6 persen dari edisi sama tahun lalu 25,4 persen. Itu dampak peningkatan pasokan ke ibu kota baru, dan percepatan proyek infrastruktur lainnya. Volume fighting brand lebih tinggi juga berdampak pada harga konsolidasi secara keseluruhan.
Beban usaha lebih tinggi 8,8 persen menjadi Rp1,73 triliun berasal dari volume penjualan lebih tinggi, dan biaya lainnya dari perluasan operasi (Grobogan). Beban operasi lain-bersih lebih tinggi Rp12,4 miliar, lebih tinggi 242,3 persen disebabkan keuntungan valas dibanding edisi sama tahun lalu dengan tabulasi rugi, termasuk beberapa penjualan scrap tahun ini. Kondisi itu, mengakibatkan margin laba usaha 7,1 persen, dan EBITDA 16,4 persen.
Pendapatan keuangan-neto lebih rendah Rp45,4 miliar atau 203,2 persen disebabkan beban bunga utang untuk akuisisi Semen Grobogan. Beban pajak penghasilan turun menjadi Rp108,5 miliar atau lebih rendah 41,2 persen karena laba lebih rendah. Terakhir, dari angka-angka itu, laba periode berjalan Rp434,7 miliar. Indocement membukukan kas bersih dengan kas dan setara kas Rp1,8 triliun.
Di sisi lain, daya beli masyarakat lemah dapat terus menekan permintaan terhadap produk semen kantong termasuk dampak pemilihan umum daerah pada November mendatang. Namun, musim kemarau dan lebih sedikit hari libur pada Semester II-2024 akan berdampak positif terhadap keseluruhan aktivitas konstruksi.
Produk semen curah diperkirakan terus tumbuh dari pembangunan ibu kota baru, dan percepatan proyek infrastruktur utama saat ini. ”Kami mempertahankan pandangan optimis untuk industri semen pada Semester II-2024, dan memperkirakan volume akan tumbuh 2-3 persen untuk keseluruhan tahun 2024,” tegas Christian Kartawijaya, Direktur Utama Indocement.
Sementara itu, Indocement merayakan hari jadi ke-49 pada 4 Agustus 2024. Tahun ini, mengangkat tema Growing for Stronger Greener Future. Tagline itu, memiliki dua kata penting yaitu Growing dan Greener. Kata Growing mencerminkan sejumlah langkah besar telah diambil Indocement untuk memperkuat posisi kepemimpinan industri semen nasional beberapa tahun terakhir ini.
Sedangkan kata Greener sejalan dengan komitmen keberlanjutan Indocement untuk menciptakan operasional lebih ramah lingkungan. Beragam acara dilakukan untuk memperingati HUT ke-49 Indocement. Salah satunya pelaksanaan program Indocement Baik. Program ini dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar daerah operasional Indocement.
Kompleks Pabrik Citeureup melaksanakan program One Book One Employee sebuah program pengumpulan buku edukasi untuk disumbangkan kepada sekolah di desa mitra selain itu, Indocement juga mengajak karyawan untuk menjalankan voluntary teaching ke SMK Tunggal Prakarsa. Indocement juga menyelenggarakan turnamen sepak bola antara SSB mitra Indocement sebagai salah satu bentuk dukungan pengembangan olahraga sepak bola.
Related News
Berbalik Laba, Penjualan AMMN Meroket 38 Ribu PersenĀ
Pendapatan Ciut, Laba FOLK Triwulan I 2026 Melonjak 621,57 Persen
Setelah Dividen Jumbo, SSMS Pamerkan Strategi Bisnis untuk 2026
Pendapatan Melonjak, Laba Bersih WIFI Meroket di Kuartal I-2026
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun





