EmitenNews.com - Arkora Bakti Indonesia melucuti saham Arkora Hydro (ARKO). Itu ditunjukkan dengan melepas 87.854.850 helai alias 87,85 juta saham perseroan. Transaksi dua kali ditahbiskan pada 9 Januari 2026. 

Transaksi pengurangan saham tersebut terjadi dengan harga pelaksanaan Rp1.800 per lembar. Harga itu diskon 8.950 poin alias 83,25 persen dari penutupan perdagangan saham perseroan edisi 7 Januari 2026 di level Rp10.750 per eksemplar. 

Dengan skenario harga tersebut, Arkora Bakti tetap mendulang dana segar senilai Rp158,13 miliar. Sebagai konsekuensi dari aksi tersebut, tabulasi saham Arkora Hydro dalam pangkuan Arkora Bakti tersisa 1,13 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 38,89 persen.

Mengalami penciutan sekitar 3 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 1,22 miliar helai. Donasi saham itu, setara dengan 41,89 persen. Per 31 Desember 2025, pemegang saham Arkora Hydro terdiri dari sejumlah pihak. Yaitu, Arkora Bakti 1,22 miliar helai atau 41,89 perssen. 

ACEI Singapore dengan tabulasi 133,97 juta lembar alias 4,57 persen. Energia Prima mengemas 777,48 juta saham selevel 26,55 persen, Aldo Henry Artoko 4,82 juta helai alias 0,16 persen, Arya Pradana Setiadharma 1,72 juta lembar atau 0,06 persen, dan publik 783,79 juta saham selevel 26,77 persen. (*)